Ada di Posisi Mana dan ke Mana Layar Kehidupan?

MANUSIA itu dilahirkan dalam kondisi belum siap untuk langsung menjalani hidup dengan segala kejadiannya. Manusia itu meninggal dunia juga dalam keadaan rata-rata belum siap untuk hidup di akhirat. Tidak percaya? Tanyakan kepada orang tertua pun. Mereka masih ingin terus hidup dan merasa belum siap untuk mati. Meski demikian, kematian pasti datang.

Ada nasehat indah yang dikemukakan guru para bijak, yaitu Ibn Athaillah Al-Sukandari yang ada kaitannya dengan kehidupan dan kematian yang indah. Kalimat beliau kira-kira begini: "Janganlah engkau meninggalkan dunia ini sebelum engkau merasakan kelezatan cintaNya. Kelezatan cintaNya jelas bukan berada dalam makanan, minuman dan kenikmatan biologis karena itu semua juga bisa dirasakan oleh orang kafir dan binatang. Kelezatan cintaNya adalah diperoleh dengan dzikir dan pengabdian kepadaNya secara tulus."

Adalah tertipu setiap manusia yang pekerjaannya setiap hari berburu sesuatu yang diburu oleh binatang, namun lalai berburu sesuatu yang istimewa yang hanya diburu oleh para manusia pilihan. Manusia pilihan begitu khusyuk mengejar urusan akhirat, begitu rajin berbuat untuk agama dan tak kenal lelah melayani apa yang menjadikan Allah cinta serta ridla kepadaNya.

Bagaimanakah dengan kita wahai saudaraku dan sahabatku? Sudahkah kita berada dalam barisan manusia-manusia terpilih? Mari kita periksa catatan harian kita lalu kita berhitung sendiri sebelum dihitungkan kelak. Mendekatlah selalu dengan manusia pilihan agar kita terbiasa melakukan apa yang mereka lakukan dan tak tergoda dengan perlombaan dunia yang semakin menggila. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...