Cara Alisya Bantu Kembangkan Ekonomi Pedesaan

Motivator Mualaf, Alisya Fianne ambil bagian dalam pengembangan e-commerce, Smartee.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Motivator Mualaf, Alisya Fianne ambil bagian dalam pengembangan e-commerce khusus UMKM, Smartee. Keterlibatan Alisya ini bagian dari dakwahnya.

"Dengan tantangan ini, saya mengabdikan diri, baik ilmu dan pengetahuan guna membantu ekonomi rakyat. Ini agar menjembatani harga-harga murah dan lapangan kerja," kata dia dalam pesan singkatnya, Selasa (25/9).

Perempuan yang pernah menjadi Wakil Ketua Paguyuban Mualaf Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) ini, menjadi kepuasan tersendiri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya sistem produksi, promosi, dan penjualan ketika mulai merintis usaha.

"InsyaAllah akan ada lagi pembiayaan. Rencananya satu desa dan satu kelompok minimal 10 orang dan maksimal 20 orang," kata dia.

Saat ini, ia bersama Sahabat Alisya Fianne sudah melakukan penjualan jagung guna kepentingan ekspor dengan permulaan pengiriman satu kontainer. Juga memperkenalkan produk unggulan kopi Camkoha Coffe di tiga kabupaten di Bengkulu.

Alisya Fianne yang juga seorang pengurus forum pemberdayaan perempuan Indonesia mengatakan, apa yang menjadi upayanya ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya guna membuat peremuan Indonesia yang mandiri dan berpresetasi dalam potensi yang dimiliki terlebih fokus dari desa-desa," kata Alisya.

Alisya yang juga seorang mualaf ini mengatakan, dirinya tengah gencar menyuarakan gerakan muslimah cerdas yang ada di Bengkulu. Mulai dari desa-desa untuk membantu mereka dalam program pemberdayaan lewat E-digital. Hal ini akan membantu kaum wanita lebih aktif dalam produksi, promosi dan penjualan hasilnya lewat digital marketing.

"Kenapa kita harus mulai edukasi perempuan dari desa-desa? Sebab saat ini banyak wanita hebat yang ada di desa, punya banyak potensi. Namun mereka tidak tahu harus berbuat apa. Sehingga sekolah pun di bilang berhasil kalau keluar dari daerah. Jadi mutu pendidikan yang ada di pedesaan sangat kurang diperhatikan," katanya.



Sumber: Republika.co.id
loading...