Masjid Raya Al A'zhom Pesona Kubah Bertumpuk

Masjid ini mengusung konsep perpaduan nuansa tradisional dan modern.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesona Masjid Al Azhom Tangerang sudah terlihat dengan tampilan fisiknya yang begitu megah. Kanan-Kiri jalan menuju masjid dipenuhi pohon kurma yang kabarnya berasal dari tanah Persia ini.

Masjid Raya Al A'zhom memiliki empat buah menara dengan ketinggian masing-masing 55 meter. Bagian ujung menara dibuat menyerupai rudal. Ini mengingatkan pada bentuk Menara Hagia Sophia di Istanbul, Turki.

Untuk mencapai puncak menara, terdapat empat bordes yang harus dilalui. Angka empat ini melambangkan empat sifat mulia yang harus dimiliki manusia, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

Nuansa modern masjid ini tampak dari beberapa ornamen, salah satunya kerawangan dari material GRC yang digunakan sebagai penutup dinding. Ornamen modern lainnya muncul di bagian mihrab. Di sana, terdapat dekorasi berbentuk garis-garis geometrik.

Bagaimana dengan warna hijau yang tampak dominan? Dominasi warna hijau ini memang memiliki pesan tersendiri. Tak sekadar mencerminkan Islam yang kerap diasosiasikan dengan warna hijau, warna ini ternyata merupakan ciri wilayah Banten.

Selain itu, warna ini juga menumbuhkan kesan sejuk sekaligus ceria. "Hadirnya warna hijau muda sebagai peredam nyala warna genting untuk menghasilkan pemandangan yang indah dan sejuk," kata Slamet, sang arsitek.

Salah satu unsur dekoratifnya adalah barisan tiang di sisi pinggir. Sementara di bagian tengah, dibiarkan lapang, tanpa pembatas. Desain ruang semacam ini mengadopsi gaya arsitektural Timur Tengah. Gaya semacam ini bisa ditemukan, salah satunya pada Masjid Nabawi di Madinah.

Keleluasaan ruangan diperkuat pula oleh bagian atapnya. Ketika mendongak ke bagian kubah, tampak tumpukan lima kubah besar di atas kepala. Berjarak sekitar tujuh meter dari lantai, kubah-kubah itu terdiri atas satu kubah besar yang dikelilingi empat kubah kecil.

Seperti yang tertulis dalam buku laporan pembangunan Masjid Raya Al A'zhom, diameter luar kubah utama mencapai 33,685 meter, sementara diameter kubah kecil 32,782 meter. Jika ditotalkan dengan proyeksi mendatar maka luasnya mencapai 3.142 meter persegi. Sedangkan, berat kubah ini konon mencapai 300 ton. Wow!

Slamet Wirasonjaya yang merancang masjid ini memiliki pesan tersendiri tentang lima kubah tersebut. Ku bah yang berjumlah lima, kata dia, menyimbolkan lima rukun Islam dan kewajiban shalat lima waktu.

Tentu, sang arsitek tak cuma me mainkan simbol-simbol untuk memberikan nilai religius pada masjid ini. Kubah yang memiliki dasar kuning keemasan ini dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Alquran. Pada kubah sisi barat, terdapat kaligrafi surah an-Nur ayat 35 serta al-Baqarah ayat 255 dan 285. Lalu, pada kubah sisi selatan, tampil kaligrafi surah at-Taubah 105, Ali Imran 112, dan Al-An'am 132-133.

Kaligrafi surah Al Bayyinah ayat 5 dan Ar-Ruum 30-33 mempercantik kubah sisi timur. Sedangkan, dekorasi kubah sisi utara adalah kaligrafi surah al-Anbiyaa 107, al-Fath 29, dan Luqman 17-18.

Selain indah, desain kubah bertumpuk ini juga unik sehingga menjadi ciri khas masjid yang berlokasi di kompleks perkantoran Pemkot Tangerang. Masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 7 Juli 1997 ini berdiri di atas lahan seluas 20.810 meter persegi. Bangunannya terdiri atas dua lantai. Lantai dasar membentang seluas 4.790 meter persegi, sementara luas lantai dua mencapai 909,92 meter persegi.

Diresmikan pada 28 Februari 2003 oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, masjid ini mengusung konsep perpaduan nuansa tradisional dan modern. Nuansa tradisional terasa se kali pada bagian interior. Karena, terda pat sejumlah perangkat dan ornamen yang memunculkan nuansa tradisional itu.

Pohon Kurma

Belum pernah melihat pohon kurma? Tak perlu jauh-jauh ke Jazirah Arab. Sebab, di pekarangan Masjid Raya Al A'zhom pun terdapat beberapa pohon kurma.

Namun, seperti diceritakan salah satu petugas masjid, pohon-pohon kurma itu belum pernah berbuah. "Dulu ada yang sempat berbunga, tetapi tetap tidak ada buahnya," katanya.

Pohon kurma ini menjadi bagian dari upaya menghijaukan halaman masjid. Selain kurma, ada juga beberapa jenis tanaman, seperti palem, lengkeng, sawo kecil, kecapi, mangga, hingga jambu air.

Selain pohon kurma, ada keunikan lain yang bisa ditemui di halaman masjid ini. Yaitu, sebuah keran yang airnya da pat langsung diminum. Keran ini tepatnya berada di sisi ka nan pintu masuk. "Tapi, se ka rang airnya keluar sedikit sa ja. Lumayan untuk cadangan kalau kita haus," kata Rahmad, warga Tange rang yang sering beribadah di masjid ini.



Sumber: Republika.co.id
loading...