Dapur Sultan Ottoman, Seperti Apa?

Dapur sultan terdiri atas beberapa cabang dan unit layanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Saat berkuasa, Turki Usmani telah membangun sebuah organisasi dan hierarki yang diterapkan di dapur istana. Dapur sultan terdiri atas beberapa cabang dan unit layanan.

Dua unit layanan yang paling penting adalah dapur dan tempat makanan untuk rumah tangga istana. Lalu, ada bangunan yang disebut sebagai dapur untuk beragam manisan, yang terdiri atas 10 bagian berbeda.

Delapan bangunan dapur tersebut dinamai sesuai dengan kelas orang-orang mendapatkan layanan, seperti Divan (istana) dan Agalar (sesepuh). Di bangunan dapur ini biasanya disiapkan beragam gula-gula, selai, jus, sirup, pasta, dan acar.

Ada pula bangunan dapur yang disebut dengan Kushane. Meski bukan merupakan bagian dari wewenang pengawas dapur, dapur tersebut berisi para juru masak andal. Mereka menyediakan katering makanan bagi keluarga sultan dan keluarga utama.

Baca: Menilik Warisan Kuliner Ottoman

Diyakini, dapur ini juga memberikan pasokan makanan bagi kedua dapur lainnya yang menjadi tanggung jawab pengawas dapur. Di istana juga terdapat gudang bahan makanan, tempat oven untuk memasak roti, dan tempat daging.

Daging domba dan unggas yang akan dimasak biasanya disimpan di tempat tersebut. Selain itu, ada pula tempat peternakan unggas, tempat pembuatan yoghurt, yang juga tempat susu dan produk makanan dari susu dibuat.

Ada pula tempat pembuatan parafin. Di tempat ini, lilin untuk keperluan istana dibuat. Pun, ada yang disebut dengan rumah hijau, yaitu tempat sayuran dibersihkan dan siap untuk dimasak, juga ada tempat pemasok air tawar bersih untuk keperluan memasak.

Di sisi lain, ada sebuah tempat yang disebut dengan Miri Mandiri, tempat ternak milik istana dirawat. Di tempat ini juga digunakan untuk pembuatan mentega dan keju dari susu. Pun, digunakan untuk penyimpanan gandum dan penggilingan gandum.



Sumber: Republika.co.id
loading...