Pauline Pan Pahami Makna dan Pesan Jilbab

Jika tak memeluk Islam, wanita ini mengaku takut akan azab Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ratna Ajeng Tejomukti

Memeluk agama bawaan keluarga sudah dijalani Pauline Pan (31 ta hun) sejak kecil. Ketika itu, dia meyakini dewa-dewi yang disembah dalam keseharian. Namun, ada saja yang mengganjal hati. Selalu muncul pertanyaan, mengapa harus melakukan hal demikian? Mengapa dewa-dewi terkesan sulit dipahami?

Kegelisahan itu semakin memenuhi relung hati saat beranjak dewasa. Memasuki usia remaja Pauline dan orang tuanya harus berpindah dari Cina ke Kanada. Di negeri Barat itu dia melihat kehidupan baru. Masyarakat terlihat sangat terbuka:tampil modern dan bebas.

Dia kemudian memberanikan diri untuk berganti keyakinan. Buddha dia tinggalkan. Kristen menjadi pegangan. Setiap akhir pekan dia mengikuti kultur masyarakat setempat yang mengunjungi gereja dan berdoa bersama.

Namun, itu pun belum membawanya pada kebahagiaan. Masih ada yang mengganjal hatinya. Dia ingin memeluk agama yang mengimani keesaan Tuhan, berpedoman pada kitab suci yang terjaga keasliannya.

Pauline baru menemukan itu pada saat dipinang seorang lelaki yang mendampingi hidupnya sejak sepuluh tahun lalu. Pria tadi menjadi teman yang tak bosan mendengarkan curahan hati baik keluhan hidup maupun keilmuan.

"Dia baik, religius, terdidik, baik dalam ilmu pengetahuan, dan memiliki banyak kesamaan dengan saya," kata Pauline.



Sumber: Republika.co.id
loading...