Ribat, Tempat Singgah Kaum Sufi

fungsi sebagai masjid menjadi lebih dominan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Susa (Sousse), di manakah ia berada? Ini adalah kota di pantai laut Mediterania, Tunisia. Pada zaman Byzantine, kota ini dikenal dengan nama Justianapolis, sebagai penghormatan kepada Justinian yang membangunnya kembali setelah dihancurkan oleh kaum Vandal.

Nah, di tengah Kota Susa ini terdapat bangunan besar yang disebut ribat, sebuah benteng pertahanan yang menyatu dengan masjid. Ribat ini didirikan pada masa pemerintahan Dinasti Aghlabiyah pada 851 M.

Seiring dengan rencana penyerangan dan penaklukan Sisilia, saat itu Susa dijadikan pelabuhan utama dan pangkalan militer. Nah, pembangunan ribat berkaitan erat dengan posisi strategis Susa sebagai pangkalan militer tersebut.

Menurut Andrew Peterson dalam Dictionary of Architecture, ribat merupakan tradisi yang timbul pada masa-masa awal perkembangan Islam di Afrika Utara. Selain sebagai pangkalan militer dan masjid, ribat juga berfungsi sebagai tempat tinggal.

Ribat di Susa hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai Mediterania atau 140 km arah selatan Tunis, Ibu Kota Tunisia. Posisinya pun cukup dekat dengan Masjid Agung Susa.

Bangunan ini didirikan oleh Sultan Zidayatullah, salah satu penguasa Dinasti Aghlabiyah. Aghlabiyah merupakan dinasti kecil yang muncul pada masa Abbasiyah. Penguasanya berasal dari keluarga Bani al-Aghlab.

Yulianto Sumalyo dalam buku Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim menulis, arsitektur ribat di Susa merupakan gabungan antara model tangsi tentara Romawi dan bangunan bertipe hypostyle. Dinding keliling segi empat sangat tebal menyatu dengan barak dan ruang-ruang lain. Ini dibuat semata-mata demi keperluan pertahanan.

Secara umum, ribat dibuat dengan desain sederhana tanpa banyak ornamen dekoratif. Dibangun dari material batu yang kokoh, ribat memiliki halaman dalam. Bentuknya segi empat mengikuti bentuk denah dinding keliling. "Dapat dipastikan dahulu halaman dalam berfungsi pula untuk kepentingan ketentaraan, latihan, upacara militer, dan lain-lain," kata Yulianto.



Sumber: Republika.co.id
loading...