Wanita Penyisir Rambut Putri Firaun

Masyitoh sungguh agung di sisi Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ini adalah kisah yang diketahui Rasulullah saat bermi'raj ke langit yang tinggi pada malam Isra Mi'raj. Ketika itu Rasulullah mencium aroma harum.

Dia bertanya kepada Malaikat Jibril, dari mana sumbernya? Pembawa wahyu itu menjelaskan asalnya dari wanita penyisir putri Fir'aun dan anak-anak wanita tersebut.

Wanita ini hidup di istana. Tugasnya adalah melayani putri sang raja. Dia menyisir rambutnya dan menyiapkan keperluannya. Orang seperti ini pastilah yang mulia, dihormati, dan hidup enak.

Akan tetapi, iman menyusup di hatinya dan menguasai urusannya, sebagaimana iman juga menguasai hati istri Fir'aun yang membesarkan Nabi Musa. Suatu ketika sisir yang biasa dipegang si pembantu jatuh ketika menyisir rambut putri.

Lalu dia mengucapkan `bismillah', sebuah ucapan yang mengalir di lidah kaum Muslimin tanpa sengaja. Putri Fir'aun terkejut dengan ucapannya. Dia menanyakan apakah maksudnya menyebut nama sang ayah yang disembah banyak orang.

Wanita itu menolak mengakui Fir'aun sebagai Tuhan. Allah adalah Tuhanku dan Tuhan bapakmu. Pada saat itu putri Fir'aun berkata, Aku sampaikan ini kepada bapakku.Tak ada rasa takut sedikit pun di dalam dirinya. Meski banyak orang mengakui Fir'aun sebagai Tuhan, perempuan satu ini berkeyakinan lain: Allah adalah satu-satunya Sang Pencipta.

Putri Fir'aun yang membanggakan bapaknya menyampaikan rahasia wanita tukang sisirnya. Maka Fir'aun memanggilnya dan bertanya kepadanya. Dia pun berkata jujur dengan mengaku bahwa Allah adalah Tuhan seluruh ciptaan.

Sikap yang diambil oleh wanita ini adalah contoh yang selalu terjadi dan untuk selama-lamanya, tetaKpi ia istimewa. Ia adalah contoh nyata tentang unggulnya iman di atas kekufuran dan kedurhakaan.

Iman tanpa senjata dan kekuatan manusia, pemiliknya menunjukkannya meski dengan risiko besar dan akibat buruk yang tidak ringan. Di balik itu dia berharap meraih kehidupan mulia di sisi Allah.



Sumber: Republika.co.id
loading...