Buktikan Jika Engkau Mencintai Allah

KETAHUILAH, sesungguhnya takdir itu telah digariskan bagi setiap dirimu. Oleh karena itu, janganlah engkau meminta tambahan atau pengurangan, janganlah engkau maju atau mundur.

Setiap dirimu memiliki catatan tertentu dan sejarah tertentu, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Tuhanmu telah menyelesaikan urusan penciptaan, rezeki, dan kematian. Pena telah kering dengan segala sesuatu yang mesti terjadi." Ketentuan Allah telah ditetapkan terlebih dahulu, dan Allah Ta'ala telah menyelesaikan segala sesuatu.

Ditutupi oleh perintah dan larangan, ketetapan itu telah datang. Siapa tidak boleh menentang ketetapan itu.

"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai." (QS Al-Anbiya: 23)

Dalam beramal, berpeganglah pada syariat, laksanakanlah tuntunan kitab, yang akan membawa kepada batin-Nya. Akan datang kepadamu kepahaman batinnya jika zhahirnya telah engkau amalkan.

Yang pertama kali akan memahaminya adalah nuranimu, kemudian hatimu, badanmu, lalu lidahmu, kemudian barulah makhluk lainnya. Akhirnya, mereka akan memperoleh kemaslahatan dan kemanfaatan. Sungguh akan beruntung orang yang mengikuti dan mencintai Al-Haq 'Azza wa Jalla.

Betapa celakanya, engkau mengaku mencintai Allah Ta'ala, padahal cinta itu ada syaratnya. Bukti cintamu dan kesetiaanmu kepada-Nya dan bagi orang lain adalah engkau tidak lagi mencintai siapa pun selain Dia.

Engkau hanya merasa damai manakala bersama-Nya dan tidak gelisah manakala bersama Dia. Jika di hati seorang hamba telah bersemayam cinta kepada-Nya, maka akan datang kepadanya kepahaman batinnya.

Sehingga, dia akan merasa damai bersama-Nya dan membenci segala sesuatu yang mengganggu kebersamaan dengan-Nya. Hendaknya engkau bertaubat dan tetaplah dalam taubatmu. Bukan taubatmu yang penting, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting merawat tanaman itu hingga berbuah, bukan menanamnya.

Dalam keadaan susah maupun senang, hendaknya engkau tetap mencintai Al-Haq 'Azza wa Jalla, demikian pula ketika kaya atau miskin, ketika sehat atau sakit, ketika makmur atau pailit. Sungguh, tidak ada obat lain bagimu kecuali tunduk dan patuh kepada Al-Haq 'Azza wa Jalla.

Janganlah gelisah manakala telah ditentukan seuatu atasmu, jangan menentang-Nya, apalagi mengadukannya kepada selain Dia. Jika seperti itu keadaanmu, hal itu hanyalah akan menambah penderitaan saja.

Hendaknya engkau diam dan menahan diri di hadapan-Nya. Hendaknya engkau memerhatikan apa yang diperbuat-Nya terhadapmu, dan hendaknya engkau menyukainya agar Dia mengubahnya bila engkau telah bersama-Nya.

Kegelisahan itu pasti akan Dia ubah menjadi kedamaian. "Ya Allah, jadikanlah kami berada dalam hadirat-Mu dan bersama-Mu. Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."

[Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaini]



Sumber: Inilah.com
loading...