Enam Dampak Buruk Bila Salat Terburu-buru

NABI Muhammad saw memerintahkan kepada seseorang yang melakukan salat secara terburu-terburu agar mengulangi salatnya secara tumakninah, tidak tergesa-gesa, termasuk ketika rukuk, iktidal, dan sujud. Diriwayatkan bahwa Nabi saw, memasuki masjid dan seorang laki-laki lain juga memasuki masjid kemudian mendirikan salat.

Usai salat, laki-laki itu menemui Nabi saw, dan mengucapkan salam. Nabi pun menjawab salamnya, lalu berkata, "Ulangilah salatmu karena kau belum melaksanakannya." Laki-laki itu pun kembali mengulang salatnya, sampai tiga kali, karena Rasulullah tetap menyuruhnya kembali mengulang salatnya.

Ternyata itu cara Nabi untuk menegur laki-laki itu, karena mendirikan salat dengan tergesa-gesa dan Nabi menganggapnya belum mendirikan salat. Tahukah kita ternyata tumakninah memiliki faedah, khususnya dari kajian medis.

Salat yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa tumakninah bisa membahayakan tubuh karena :

1. Gerakan yang dilakukan secara tiba dan tergesa-gesa akan mengagetkan (shock) jaringan otot.

2. Gerakan yang tiba-tiba dan cepat akan mempercepat peredaran darah dari dan menuju otak serta jantung. Keadaan itu akan membuat aliran darah tersendat, khususnya bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi.

3. Sujud dan rukuk yang dilakukan secara tergesa-gesa mungkin dapat menimbulkan rasa sakit karena persendian terkilir. Selain itu, kepala yang ditundukkan dengan cepat bisa menimbulkan kekagetan pada otak.

4. Mengakhirkan salat dan melakukannya setelah makan, terlebih lagi jika dilakukan dengan cepat dan tergesa-gesa, akan merusak sistem pencernaan. Karena makanan yang baru masu tidak dapat diproses oleh sistem percernaan dengan baik.

5. Rukuk dan sujud yang dilakukan secara cepat dan tergesa-gesa bisa menyebabkan nyeri tulang pungggung atau tulang panggul.

6. Salat yang dilakukan secara tergesa-gesa dapat menyobek atau melukai jaringan otot pada leher atau punggung atau bisa melukai pembuluh darah.

Salatlah seakan itu salat terakhir kita, jangan tergesa-gesa walaupun kita tidak bisa benar-benar khusyuk, setidaknya kita menikmati gerakan demi gerakan dari salat. Dan salat merupakan waktu untuk kita menyampaikan semua keluh kesah pada-Nya, bagaimana Allah akan mendengarkan kita dalam doa-doa yang kita panjatkan, kalau waktu bertemu dengan-Nya saja kita begitu terburu-buru mengakhirinya.[Chairunnisa Dhiee]



Sumber: Inilah.com
loading...