Ketika Bani Israil Dikutuk Menjadi Kera

Tabiat yang kasar dan dosa yang terlalu banyak telah mengubah bentuk dan rupa mereka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah Nabi Musa AS mengabulkan permohonan kaumnya (Bani Israil) agar Sabtu dijadikan hari istimewa, aktivitas sosial pada hari itu selalu sunyi dan sepi. Seluruh kaum Bani Israil berada di rumahnya masing-masing, mereka khusyuk menjalankan ibadah, seperti yang diajarkan Nabi Musa pada saat itu.

Persetujuan itu setelah Nabi Musa menerima wahyu, seperti ditulis dalam Alquran surah Shaad ayat ke-20. "Dan (Kami tundukan pula) burung-burung dalam keadaan berkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah SWT."

Hanya sedikit di antara kaum itu yang berada di luar melakukan aktivitasnya, tapi bukan berdagang, melaut, atau bercocok tanam, melainkan mereka saling bertemu sanak famili dan membicarakan agenda esok hari setelah Sabtu.

Seperti dikisahkan penulis lengendaris H B Arifin dalam bukunya, Rangkain Cerita Alquran; Kisah Nyata Peneguh Iman, sejak dahulu Allah SWT telah menetapkan satu hari dalam sepekan yang khusus diwajibkan menjalankan ibadah secara berjamaah dan menerima tuntunan-tuntunan Allah SWT dengan perantara nabi dan rasul yang diutus ke kaum masing-masing. Akan tetapi, entah mengapa, pada zaman Nabi Musa, Bani Israil memohon agar hari itu dijadikan pada Sabtu saja.

Keinginan mereka akhirnya dikabulkan Allah setelah turun ayat ke-20 dalam surah Shaad. Dengan begitu, terikatlah menurut syariat Nabi Musa bahwa Sabtu itu adalah hari istimewa.

Khusus pada Sabtu itu, setiap orang tidak boleh bekerja mencari nafkah layaknya rutinitas sehari-hari. Sabtu adalah hari yang memang benar-benar diistimewakan untuk menyembah Allah, bersyukur dan untuk sebagian waktu menerima pelajaran agama Allah yang disampaikan Nabi Musa.

Tidak adanya aktivitas ekonomi seperti berdagang, melaut, dan bertani untuk membiayai kehidupan sehari-hari itu sudah menjadi syariat dan tradisi kaum Bani Israil sejak zaman Nabi Musa sampai pada zaman Nabi Daud.

Syariat dan tradisi Bani Israil itu berpengaruh pada proses ekosistem hewani yang ada di perairan luas. Ekosistem di Laut Merah, seperti ikan, setiap Sabtu, segala jenis ikan bukan main banyaknya, ikan besar dan kecil bermunculan ke permukaan.



Sumber: Republika.co.id
loading...