Menjadi Manusia Terbaik

Setiap orang mendambakan menjadi manusia yang terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nur Suharno

JAKARTA -- Setiap orang mendambakan menjadi manusia yang terbaik. Terbaik di dunia dan di akhirat, dan terbaik di hadapan Allah SWT. Manusia terbaik itu tidak diukur dari harta, jabatan, dan popularitasnya. Ada beberapa kriteria untuk menjadi manusia terbaik. Dengan mengetahuinya, seseorang akan berupaya untuk memantaskan diri dengan kriteria itu.

Pertama, cepat melunasi utang. Manusia terbaik adalah manusia yang cepat dalam membayar utang, bukan yang menunda dan berpura-pura lupa dengan utang. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, Sebaik- baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang (Muttafaq `alaih).

Kedua, belajar dan mengajarkan Alquran.Manusia terbaik itu adalah orang yang belajar dan mengajarkan Alquran, bukan yang hanya belajar atau mengajar. Nabi SAW bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya(HR Bukhari).

Ketiga, diharapkan kebaikannya. Suatu hari, Nabi SAW berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: Maukah kalian aku beri tahukan sebaik- baik dan seburuk-buruk orang dari kalian? Mereka terdiam, Nabi kembali bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: Iya, kami mau wahai Rasulullah, beri tahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruk kami, Beliau bersabda: Sebaik- sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga... (HR Tirmidzi).

Keempat, terbaik bagi keluarga. Orang yang terbaik itu bukan orang yang terbaik dan berprestasi di tempat kerja dan di komunitasnya, tapi yang terbaik di keluarganya. Nabi SAW bersabda: Sebaik- baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (HR Tirmidzi).

Kelima, terbaik akhlaknya. Orang terbaik itu adalah yang berakhlak mulia, akhlak terhadap Rabbnya, sesamanya, dan sekitarnya. Nabi SAW bersabda, Sebaik-baik kalian Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya jika mereka menuntut ilmu(HR Ahmad).

Keenam, memberikan makan. Yaitu, orang yang suka berbagi makanan terhadap orang lain yang membutuhkan. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan (HR Ahmad).

Ketujuh, panjang umur dan baik amalnya. Yaitu, orang yang mengisi umurnya dengan amal saleh.Seorang Arab badui berkata kepada Nabi SAW:Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?Beliau menjawab: Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalnya (HR Tirmidzi).

Kedelapan, bermanfaat untuk orang lain. Yaitu, orang yang dalam hidupnya selalu memberikan manfaat bagi orang lain. Nabi SAW bersabda:Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (HR Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni).

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar dapat memantaskan diri dengan kriteria di atas sehingga menjadi manusia yang terbaik di dunia dan di akhirat. Amin.



Sumber: Republika.co.id
loading...