Nasihat Sayidina Ali

Nasihat tersebut merupakan konsep hidup menjadi pribadi tangguh

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nawawi

Islam sebagai sebuah ajaran tidak saja memiliki penjelasan perihal bagaimana ibadah dilaksanakan. Namun, para pemeluknya, orangorang yang saleh, yang terdahulu memeluk Islam sebagai agama juga memberikan nasihat dan anjurananjuran. Di antaranya adalah Sayidina Ali Karamallahu Wajhah yang merupakan sahabat keempat Nabi SAW yang menjadi amirul mukminin.

"Wahai sekalian manusia, ambillah beberapa nasihat dariku, yang jikalau engkau diguncang oleh kendaraan yang sedang engkau naiki niscaya kalian tidak akan terjatuh darinya; jangan sekali-kali seorang hamba berharap kecuali kepada Tuhan nya, jangan takut kecuali kepada dosa-dosanya (Allah), jangan pernah malu untuk belajar (bertanya) apabila tidak tahu. Dan, jangan sekali-kali gengsi mengatakan 'Saya tidak tahu' apabila ditanya sesuatu dan tidak mengetahui jawabannya. Ketahuilah bahwa posisi kesabaran terhadap keimanan seperti posisi kepala ter hadap tubuh. Tidak ada artinya se buah tubuh yang tak memiliki kepala."

Nasihat tersebut merupakan konsep hidup menjadi pribadi tangguh yang setiap Muslim harus berupaya memiliki dan menjaganya. Pertama, tidak punya harapan kecuali kepada Allah Ta'ala semata.

Hal ini penting karena tidak jarang seseorang yang dikenal memiliki idealisme tinggi seketika berubah pragmatis dan diliputi kegelisahan hanya karena takut berbeda pendapat dengan orang lain, yang entah itu adalah atasan, teman, partner, dan lain sebagainya. Ia takut jika mengatakan kebenaran, keuntungan yang selama ini diterima akan sirna. Padahal, pemberi keuntungan sejati tiada lain adalah Allah Ta'ala.

Kedua, jangan takut kecuali pada dosa-dosa. Banyak manusia bersikap abai dan melalaikan perilakuperilaku buruk di dalam dirinya hanya karena orang lain tidak melihat, hanya karena merasa melakukan sesuatu yang terlarang tidak mendapati dampak serius di dalam kehidupan dunia, sehingga ia merasa itu bukanlah hal yang patut diwaspadai, apalagi ditakuti.

Ketiga, jangan pernah malu belajar (bertanya). Ini adalah sebuah motivasi dari Gerbang Ilmu Rasulullah. Keempat, jangan pernah malu mengatakan "saya tidak tahu". Hal ini sama, sebuah dorongan agar kita terus memacu diri dalam ilmu, sehingga ucapan dan jawaban yang kita sampaikan kepada orang dapat dipertanggungjawabkan.

Kelima, kesabaran. Semua nasihat di atas dapat dilakukan hanya apabila seorang Muslim memiliki kesabaran. Maka, bersungguhsungguhlah menjadi pribadi yang sabar, yakni pribadi yang yakin dengan haqul yakin bahwa kebahagiaan sejati hanya ada di sisi-Nya.



Sumber: Republika.co.id
loading...