Peran Penting Tentara Muslim India di Perang Dunia

Tentara India berjuang di semua medan baik darat, laut, dan udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tentara India berjuang di semua medan, baik darat, laut, maupun udara. Dilansir dari situs resmi British Library, 24 orang Asia menyatakan kesediaan ketika Royal Air Force (RAF) membutuhkan pilot. Sebanyak 18 berhasil melewati pelatihan dan terbang pada misi pemboman Spitfires, Hurricanes, dan Lancaster.

Salah satunya, pilot pesawat tempur Mahinder Singh Pujji, yang melayani RAF dan Indian Air Force. Dia membawa misi melintasi Selat Inggris dengan skuadron 43 dan 258 pada 1940-1941, selain di Afrika Utara dan Burma. 

Peran lain yang tidak bisa dilupakan dijalankan oleh Noor Inayat Khan. Noor adalah putri seorang musikus dan guru sufi, keturunan langsung dari Sultan Tipu, penguasa Muslim abad ke-18 dari Mysore.

Ia bergabung dengan Women's Auxiliary Air Force, kemudian dilatih sebagai operator nirkabel. Juni 1943, Noor ditugaskan di Paris sebagai agen rahasia untuk melanjutkan transmisi antara London dan Paris. 

Di sana, ia dikhianati dan tertangkap. Meski berulang kali disiksa, ia menolak mengungkapkan perincian tugasnya. Pada September 1944, Noor ditembak mati pada usia 30 tahun. Secara anumerta, dia dianugerahi George Cross oleh Inggris tahun 1949.

Dalam Perang Dunia II, Angkatan Darat India kembali dipanggil untuk mendukung Inggris berperang melawan Jerman. Indian Comforts Fund didirikan pada Desember 1939 di Aldwych.

Mereka menawarkan bantuan kemanusiaan dan menjaga tentara India yang ditempatkan di Inggris. Dana yang disediakan mencapai 1,7 juta paket makanan antara 1939-1945. Lembaga ini juga berkontribusi menyediakan pakaian hangat dan pendanaan untuk perbaikan fasilitas di rumah-rumah penginapan.

Keberanian dan dedikasi para tentara ini mendapat pengakuan Pemerintah Inggris. Delapan warga negara India dianugerahi gelar kehormatan militer tertinggi, Victoria Cross.

Khudada Khan dari 129th Duke of Connaught's Own Baluchis adalah tentara India pertama yang meraih gelar itu. Khan seorang diri menahan serangan Jerman selama  pertempuran pertama Ypress pada 31 Oktober 1914.



Sumber: Republika.co.id
loading...