Pribadi yang Menakjubkan

Nabi, manusia pilihan yang diutus sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Hasan Basri Tanjung

Setiap kali tiba bulan Rabiul Awal, teringat kenangan masa kecil dahulu. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal selalu ditunggu. Peringatan Maulid Nabi SAW sangat penting digelorakan agar generasi milenial tak abai akan Sirah Nabawi.

Jika tidak diulas kembali, generasi anak-anak kita tak mengenal pribadinya yang menakjubkan. Beliau menjadi uswah hasanah dalam segala aspek kahidupan, tak lekang oleh panas dan tak lapuk karena hujan (QS 33:21).

Ada kisah menarik yang disarikan dari buku Inilah Rasulullah karya Salman Al- Audah. Abdullah Ibnu Abbas RA mengisahkan ketika Abu Sofyan dihadapkan kepada Kaisar Hiraklius, penguasa Romawi di Negeri Syam. Ketika itu datanglah utusan Nabi SAW, Dihyah al-Kalbi membawa surat berisi ajakan masuk Islam.

Sang Kaisar, yang belum pernah mendengar sosok sang Nabi, bertanya, "Siapa di antara kalian yang masih kerabat dengannya?". "Aku," jawab Abu Sofyan yang saat itu belum masuk Islam.Terjadilah dialog mengesankan antara Kaisar dan Abu Sofyan.

Pertanyaan Kaisar pun dijawabnya dengan meyakinkan. "Bagaimanakah keadaan keluarganya di tengah kalian?". "Dia berasal dari keluarga terhormat." "Apakah ada di antara nenek moyangnya menjadi raja?". "Tidak ada". "Sebelum mengaku Nabi, apakah dia pernah berbohong?". "Tidak pernah." "Apakah dia pernah berkhianat?". "Tidak pernah".

"Apakah pengikutnya berasal dari orang terhormat atau orang lemah?". "Orang-orang lemah." "Apakah jumlah mereka semakin bertambah atau berkurang?". "Tidak, justru semakin bertambah." "Apakah ada yang murtad setelah masuk agamanya?". "Tidak ada.". "Apakah kalian memeranginya?". "Ya".

"Bagaimana peperangan kalian?". "Kadang ia menang dan kadang kami yang menang.". "Apa saja yang diperintahkannya?". "Menyembah Allah saja dan jangan menyekutukan-Nya, mendirikan shalat, berlaku jujur, menjauhi maksiat, dan menyambung silaturahim."

Setelah mengurai kembali pertanyaannya dengan jawaban Abu Sofyan, Kaisar pun berkata, "Orang itu akan menguasai bumi, tempat kedua kakiku berpijak. Aku memang sudah tahu bahwa Nabi akhir zaman akan muncul, tetapi tidak mengira jika ia akan berasal dari kalangan kalian. Sekiranya dapat menemuinya, niscaya aku akan berusaha semaksimal mungkin. Apabila sudah berada di hadapannya, aku akan mencuci kedua telapak kakinya." (HR Bukhari).

Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang diutus sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan serta rahmat bagi semesta (QS 2: 119, 21: 107). Beliau sosok pemimpin dan pendidik untuk menyempurnakan akhlak (HR Bukhari). Keagungan pekertinya pun dikagumi Allah SWT (QS 68:4), karena akhlaknya bagai Alquran berjalan (HR Muslim). Sebagai umatnya, kita mencintai Beliau dengan banyak shalawat, mencintai keluarganya, dan menjalankan sunahnya (QS 3:31, 33:56). Allahu a'lam bishshawab.



Sumber: Republika.co.id
loading...