Siapa yang Sempurna Akal dan Pengetahuannya?

ORANG banyak menyatakan bahwa yang sempurna akalnya adalah orang yang tidak gila dan tidak gegar otak. Orang banyak berkata bahwa orang yang sempurna pengetahuannya adalah orang yang telah belajar banyak ilmu dan atau telah menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya. Tak sepenuhnya salah, tapi juga tak sepenuhnya benar.

Suatu waktu, Abdullah bin Maimun bertanya kepada Dzun Nun Al-Mishri, tokoh sufi legendaris yang unik dan keren itu: "Siapakah orang yang sempurna akal dan sempurna pengetahuan (ma'rifat)nya?" Dzun Nun menjawab: "Yang sempurna akalnya adalah orang yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dan yang meninggalkan apa yang dilarang." Coba bayangkan kalau definisi ini yang dipakai untuk menilai akal kita, sepertinya banyak di antara kita yang tak sempurna akalnya.

Lalu, bagaimana dengan definisi tentang orang yang sempurna pengetahuannya? Beliau berkata: "Yang sempurna pengetahuannya adalah orang yang dalam keseluruhan sisi hidupnya bergantung kepada Allah, bukan pada amal perbuatan dan usahanya. Lebih dari itu, yang dilihatnya hanya Allah, bukan lainNya." Nah, kalau kita memakai definisi ini, adakah yang sempurna pengetahuannya di kalangan kita?

Meski kita belum sempurna, marilah kita terus berusaha untuk sempurna dengan terus belajar dan mendidik hati untuk lebih tahu tentang hakikat kehidupan. Satu hal yang harus diistiqamahkan dalam hati dan pikiran kita, yaitu bahwa tanpa iman yang hakiki hidup kita hanya berisikan permainan yanh sia-sia. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...