Suami, Berilah Kesempatan Istri Berbagi Cerita

MUNGKIN Anda bisa saja bertanya? Sebagai suami, saya pun merasakan lelah dan capek. Seharian saya mencari nafkah, dari pagi hingga petang. Malam hari tentu lebih baik saya gunakan tidur untuk beristirahat.

Nah, di titik inilah Anda sebagai seorang suami akan diuji. Di dalam mencari nafkah, menjalankan rutinitas dalam sebuah profesi, tentu Anda dituntut untuk melayani orang lain, bukan? Dokter, pelayan toko, pedagang, pegawai, karyawan, guru, polisi, tentara, pengelola warung makan atau silahkan saja sebut profesi-profesi lain.

Bukankah di setiap profesi tersebut, Anda harus bisa memberikan pelayanan kepada masing-masing obyek profesi? Lalu, jika Anda bisa memberikan pelayanan dan perhatian kepada orang lain, kenapa Anda tidak melakukannya kepada istri Anda sendiri?

Selelah apapun Anda, berilah kesempatan istri untuk berbagi cerita. Bayangkanlah, wahai Suami!

Di sebuah malam. Anak-anak Anda telah nyenyak bermimpi. Secangkir teh panas dan beberapa potong gorengan tersaji di meja makan sederhana. Anda sedang mendengarkan istri Anda bercerita tentang aktifitas hari ini. Tentang anak-anak dan pekerjaan rumah lainnya.

Atau apapun cerita yang bisa diungkapkan oleh istri Anda. Sesekali Anda memberikan tanggapan dengan penuh kelembutan dan canda. Buatlah ia tertawa untuk menggantikan lelahnya! Tataplah wajahnya dengan penuh kasih sayang. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar serius mendengarkan ceritanya.

Buktikan bahwa Anda adalah seorang suami yang mampu merangkai "perhatian" dalam sebuah untaian indah. Mengalahkan untaian zamrud kehijau-hijauan. Semoga, istri-istri kita merasakan nyenyak dalam tidurnya dan bermimpi indah terselimuti oleh perhatian suaminya.

Amin yaa Arham ar Rahimin. [Abu Nasiim Mukhtar]

Selelah apapun Anda, berilah kesempatan istri untuk berbagi cerita



Sumber: Inilah.com
loading...