Azab Allah Turun Ketika Manusia Menolak Beriman

BELUM selesai duka kita atas gempa yang terjadi di Lombok, NTB, Palu, Sulteng, kini terjadi lagi Tanjung Lesung, Selat Sunda, Banten. Prediksi terkait fenomena alam tersebut sudah gegap-gempita di media sosial. Bahkan ada anggapan bahwa itu adalah azab dari Tuhan dengan mengaitkannya kepada urusan politik.

Beberapa ulama terkemuka di Indonesia seperti TGB. Zainul Majdi, menegaskan anggapan tersebut sangat keliru karena tidak ada sangkut pautnya antara fenomena alam dan urusan politik. Azab Allah, katanya, hanya turun ketika masyarakat suatu daerah menolak untuk beriman.

Dia mencontohkan, kisah Nabi Musa vs Raja Firaun hingga Nabi Ibrahim vs Raja Namrud. Hal ini disebutkan berulang kali dalam Alquran; falanatullahi alalkaafiriin (Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu).

Menurut Zainiul, Allah tidak akan menurunkan azab kepada kita, jikapun ada hal pedih yang terjadi antara kita, itu sifatnya adalah musibah. Pendapat ini bersandar pada berfirmanNya dalam al Qashash ayat 43.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia, petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat." (QS. Al-Qashash: 43)

Prof Quraish Shihab menerangkan ayat di atas bahwa Allah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa setelah menghancurkan umat-umat terdahulu yang mendustakan-Nya agar menjadi cahaya bagi hati yang sebelumnya berada dalam kegelapan dan tidak mengetahui kebenaran. Dan juga agar menjadi pengarah, karena mereka telah terjerumus dalam kesesatan.

Selain itu agar umat setelah Nabi Musa dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada umat terdahulu tersebut, sehingga bergegas menjalankan perintah dan menjauhi larangan.

Umat-umat yang mendapatkan azab karena Nabi yang diutus dan orang-orang yang beriman diusir dari lingkungan mereka. Jika pun tidak diusir, Allah memberi isyarat agar mereka meninggalkan umat tersebut, sehingga wilayah itu menjadi steril dari orang-orang beriman, kemudian Allah menurunkan azab-Nya.

Kita patut mengecam oknum yang menyebutkan bencana yang marak terjadi di negeri ini karena azab. Ini tidak berdasar.
Daripada membuat pandangan yang menjadi keruh, lebih baik bikin aksi lebih subtansial; bikin donasi atau menjadi relawan membantu para korban. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk sedikit membantu.

Tidak elok kiranya memperkeruh suasana. Bayangkan juga perasaan korban. Apalagi, mengaitkannya dengan politik. Memalukan. []



Sumber: Inilah.com
loading...