Cara Islami Awet Muda: Hindari Konsumsi Alkohol dan Babi

Alkohol dan Babi adalah dua perkara yang dilarang dikonsumsi menurut Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Alkohol yang merupakan bentuk lain dari khamar serta daging babi, merupakan dua hal yang konsumsinya secara tegas dilarang agama. 

Pelarangan khamar, sebagaimana dituturkan surah al-Maidah ayat ke-90 yakni: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Sementara, daging babi merupakan perkara haram yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, apapun bentuknya, sekalipun kaldu ataupun minyaknya. Keharaman babi tersebut sebagaimana tertuang dalam surah al-Maidah ayat ke-3: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." 

Menjauhi konsumsi dua perkara itu yaitu alkohol dan daging babi, ternyata memberikan manfaat yang sangat banyak. Termasuk adalah memberikan efek terbaik tetap awet muda.  

Direktur Pusat Halal Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir Nanung Danar Dono mengatakan, awet muda bisa dilakukan tanpa kosmetik mahal.

"Contohnya, hentikan kebiasaan meminum minuman keras dan makan daging babi," kata Nanung saat mengisi Kelas Halal di Masjid Suciati Saliman, Sleman, DIY, beberapa waktu lalu.

Bagi umat Islam, khususnya, awet muda tidak cuma dilakukan dari luar. Merias pikiran dan perasaan juga harus dilakukan.

Mendekatkan diri kepada Allah, perbanyak zikir dan biasakan diri melaksanakan ibadah. Menurut Nanung, langkah itu penting dilakukan.

Sebab, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Artinya, kalaupun ada masalah dapat diselesaikan dengan mengingat Allah.

"Kalau kita memberikan masalah kepada Allah kita jadi tenang," ujar Auditor Halal LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Selain itu, dia menyarankan lebih baik tubuh dibiasakan mengonsumsi makanan-makanan bergizi, madu salah satunya.

Minimal, madu dikonsumsi satu sendok setiap hari. Khusus untuk madu, kalaupun konsumsi lebih dari dua sendok, akan terbuang tubuh.

Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur yang kaya senyawa antioksidan. Hal itu ditujukan demi mencegah oksidasi yang merusak sel.

"Semakin gelap warnanya semakin bagus, stroberi, blackberry, raspberry dan redberry memiliki senyawa antioksidan yang tinggi," kata Nanung.

Nanung menekankan, kerusakan sel bisa dicegah atau dikurangi dengan konsumsi kandungan-kandungan seperti itu. Dampaknya, tentu awet muda didapat. 

 

 

 

SLEMAN – Alkohol yang merupakan bentuk lain dari khamar serta daging babi, merupakan dua hal yang konsumsinya secara tegas dilarang agama.

 

Pelarangan khamar, sebagaimana dituturkan surah al-Maidah ayat ke-90 yakni: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

 

Sementara, daging babi merupakan perkara haram yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, apapun bentuknya, sekalipun kaldu ataupun minyaknya. Keharaman babi tersebut sebagaimana tertuang dalam surah al-Maidah ayat ke-3: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah."

 

Menjauhi konsumsi dua perkara itu yaitu alkohol dan daging babi, ternyata memberikan manfaat yang sangat banyak. Termasuk adalah memberikan efek terbaik tetap awet muda.  

 

Direktur Pusat Halal Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir Nanung Danar Dono mengatakan, awet muda bisa dilakukan tanpa kosmetik mahal.

 

"Contohnya, hentikan kebiasaan meminum minuman keras dan makan daging babi," kata Nanung saat mengisi Kelas Halal di Masjid Suciati Saliman, Sleman, DIY, beberapa waktu lalu.

 

Bagi umat Islam, khususnya, awet muda tidak cuma dilakukan dari luar. Merias pikiran dan perasaan juga harus dilakukan.

 

Mendekatkan diri kepada Allah, perbanyak zikir dan biasakan diri melaksanakan ibadah. Menurut Nanung, langkah itu penting dilakukan.

 

Sebab, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Artinya, kalaupun ada masalah dapat diselesaikan dengan mengingat Allah.

 

"Kalau kita memberikan masalah kepada Allah kita jadi tenang," ujar Auditor Halal LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

 

Selain itu, dia menyarankan lebih baik tubuh dibiasakan mengonsumsi makanan-makanan bergizi, madu salah satunya.

 

Minimal, madu dikonsumsi satu sendok setiap hari. Khusus untuk madu, kalaupun konsumsi lebih dari dua sendok, akan terbuang tubuh.

 

Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur yang kaya senyawa antioksidan. Hal itu ditujukan demi mencegah oksidasi yang merusak sel.

 

"Semakin gelap warnanya semakin bagus, stroberi, blackberry, raspberry dan redberry memiliki senyawa antioksidan yang tinggi," kata Nanung.

 

Nanung menekankan, kerusakan sel bisa dicegah atau dikurangi dengan konsumsi kandungan-kandungan seperti itu. Dampaknya, tentu awet muda didapat. (Wahyu Suryana)

 

 

 



Sumber: Republika.co.id
loading...