Cara Mudah Bahagia Gaya Orang Desa

MOBIL saya di parkir di rumah jamaah yang berlokasi di pinggir jalan. Lalu kami pindah mobil menuju lokasi ceramah. Pematang sawah membentang, kebun-kebun pun masih banyak kosong. Terasa lepas mata memandang, terasa puas hati merasa. Bagi saya, sebagai orang desa yang sudah lama ada di kota, ini adalah keindahan.

Sepi di sawah itu, sunyi di kebun itu, karena pemiliknya semua hadir ke pengajian siang itu. Jalan sempit khas desa kami lalui, tiba juga akhirnya di lokasi ceramah. Ramai sekali, shalawat hadrah berkumandang, jamaah berdiri, khusyuk merindu dan mencinta nabi. Amboy, indahnya.

Sepulang ceramah terlihat orang-orang mulai duduk di pinggir sawah dan kebunnya. Asyik sekali mereka bercengkrama. Sepertinya mereka sedang berbincang tentang hal penting sambil memakan kue berkat pengajian. Lalu mereka tertawa bersama.

Kami berhenti sejenak menyapa mereka dan bertanya lagi apa. Mereka menjawab bahwa mereka sedang mendiskusikan bibit jagung terbaik dan cara menanamnya dengan teknologi modern. Saya kagum dan bertanya kembali siapa yang mengajari. Mereka kompak menjawab: "Youtube". Saya tercengang, semakin yakin akan yang saya sampaikan kemarin di seminar di kediri bahwa desapun saat ini terjajah informasi.

Lalu saya tanya mengapa diskusi di pinggir sawah. Yang paling sepuh menjawab: "Bagi kami yang tak punya biaya banyak untuk berdarmawisata, sawah kebun adalah rempat terindah. Layang-layang yang menari di antara awan adalah imajinasi kami, sementara suara burung, kodok dan binatang lainnya adalah musik alami yang kami bisa nikmati. Itulah kebahagiaan kami."

Saya terdiam. Saya teringat teori bahagia yang pernah saya baca bahwa bahagia itu tergantung tafsir hati akan keadaan sekitar. Tafsir yang indah akan menjadikan semua sebagai keindahan dan kebahagiaan. Mari tafsirkan segala yang ada di sekitar kita dengan tafsir yang indah. Lalu, tersenyumlah dan bersyukurlah. Inilah cara mudah dan murah untuk bahagia. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...