Membaca Fatwa Natal dari Ulama Kotroversial Kanada

Meski tak memperbolehkan ucapan Natal, interaksi sosial harus dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, VICTORIA – Seorang ulama di Kanada, Syekh Younus Kathrada, mengatakan, umat Muslim harus tersinggung ketika orang-orang menyembah Yesus sebagai Tuhan lantaran mengucapkan selamat Natal adalah dosa yang lebih buruk daripada membunuh. 

Hal itu disampaikan Syekh Younus selama khutbah di hadapan pemuda Muslim Victoria di British Columbia, Kanada, menjelang Natal kemarin. Menurutnya, memberi selamat kepada non-Muslim pada Hari Natal berarti menyetujui keyakinan mereka. 

"Jika seseorang melakukan setiap dosa besar, melakukan perzinaan, berurusan dengan bunga, berbohong, membunuh. Jika seseorang melakukan semua dosa besar itu, tidak ada yang sebanding dengan dosa memberi selamat dan menyapa non-Muslim pada festival palsu mereka," kata Syekh Younus dalam sebuah rekaman video yang diunggah di YouTube, seperti dilansir di RT, Rabu (26/12). 

Kendati begitu, Syekh Younus mengatakan, hal itu tidak berarti Muslim memperlakukan non-Muslim dengan cara yang buruk atau memperlakukan mereka dengan tidak adil. 

"Saya tidak mengatakan, dan saya tidak pernah mengatakan, keluar dan bunuh saja mereka, dan lakukan ini kepada mereka, tidak!" lanjut Sheikh Younus.  

Video khutbah Syekh Younus ini diunggah lembaga penelitian Timur Tengah yang berbasis di Washington, MEMRI, di akun media sosial mereka. 

Syekh Younus merupakan ulama kelahiran Afrika Selatan. Khutbahnya disebut kecap menimbulkan kontroversi. Ia pernah diselidiki pasukan anti-teror Kanada setelah khotbahnya di Vancouver pada 2004, yang mengatakan bahwa orang Yahudi adalah saudara kera dan babi. 

Ia juga mengkritik umat Islam yang ingin menjembatani antara dua komunitas agama dalam konteks konflik Palestina-Israel. Syekh Younus sempat tinggal beberapa tahun di Malaysia dan kembali ke Kanada pada 2016. (Kiki Sakinah)



Sumber: Republika.co.id
loading...