Mengubah Musibah Menjadi Berkah

bagi yang ridha dan ikhlas menerima ujian maka ditinggikan derajatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, OLEH Imam Nur Suharno

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA yang telah men ceritakan bahwa anak Abu Thalhah RA menderita sakit keras. Ketika Abu Thalhah keluar rumah, anaknya itu meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah pulang, ia bertanya kepada istrinya, Ummu Sulaim, "Bagaimana keadaan anakku?" Ummu Sulaim, ibu si anak tersebut menjawab, "Ke ada annya sekarang sangat tenang."

Selanjutnya, Ummu Sulaim menyajikan makan malam kepada suaminya, dan suaminya menyantapnya. Sesudah itu, ia melakukan hubungan suami istri dengannya. Setelah se galanya usai, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, "Anak kita sudah dikebumikan."Singkatnya, pada pagi harinya, Abu Thalhah datang kepa da Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu kepadanya, ma ka Rasulullah bertanya, "Apakah tadi malam kalian berse tubuh?" Abu Thalhah menjawab, "Ya." Rasulullah berdoa, "Ya Allah, berkatilah keduanya."

Beberapa waktu kemudian, Ummu Sulaim melahirkan seorang anak laki-laki dan Abu Thalhah berkata kepadanya, "Aku akan membawanya kepada Nabi SAW." Dan Abu Thalhah membawa beberapa buah biji kurma. Nabi SAW bertanya, "Adakah dibawakan sesuatu untuknya?" Abu Thalhah menjawab, "Ya, beberapa butir kurma."

Nabi SAW pun mengambil kurma itu dan mengunyahnya. Sesudah itu, Nabi mengeluarkan lagi kurma tersebut dari mulutnya dan memasukkannya ke dalam mulut bayi untuk mentahniahnya dan memberinya nama Abdullah.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita, kaum Muslimin. Musibah yang menimpa bila disikapi dengan bijak dan ikhlas maka akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan hidup di dunia, dan di akhirat masuk surga. Karena ridha Allah kepada kita yang senantiasa ridha dan ikhlas menerima setiap ujian yang ditimpakan kepada kita.

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya besarnya pahala bergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridha maka mereka akan mendapatkan keridhaan Allah. Dan siapa yang murka (tidak ridha) maka akan mendapatkan murka Allah," (HR Tir mi dzi).

Selain diberikan keberkahan hidup, bagi yang ridha dan ikhlas menerima ujian maka ditinggikan derajatnya. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya seseorang benar-benar me mi liki kedudukan di sisi Allah, tapi tidak ada satu amal yang bisa mengantarkannya ke sana. Maka itu, Allah se nan tiasa mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya sehingga dia bisa sampai pada kedudukan yang dikehendaki oleh Allah." Semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita menerima musibah yang terjadi, diberikan solusi dan jalan keluar. Sehingga, di balik musibah itu ada keberkahan dalam hidup. Aamin.



Sumber: Republika.co.id
loading...