Huda Hasler: Islam Jalan Menuju Ketenangan

Hatinya penuh gelisah sehingga mendorongnya menemukan jalan hidup yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persepsi negatif tentang Islam yang selama ini terbangun di Barat ternyata jauh dari kebenaran. Pergaulan telah membawa Has ler menuju jurang kemak siatan. Minuman keras menjadi hidangan wajib di setiap perjumpaan akhir pekan. Wanita berdarah Jerman ini kerap menghabiskan akhir pekan bersama teman-temannya sambil bermabukmabukan. Namun, nurani tak pernah berbohong.

Sekian lama menghabiskan akhir pekan penuh dosa, hati nuraninya dipenuhi kegelisah an. Muncullah pertanyaan-perta nyaan, apakah harus selalu bermabuk-mabukan? Sampai kapan harus menenggak alkohol? Adakah cara lain menghabiskan akhir pekan yang lebih konstruktif? Semua pertanyaan itu membuatnya gelisah.

Hasler kemudian mencoba menemukan jalan hidup yang berbeda. Dia ingin menghilangkan kegelisahan itu, tetapi bagaimana caranya? Kebingungan membuatnya menutup diri.

Hasler berusaha keras untuk menemukan arti kehidupan. Namun, selama bertahun-tahun masa pencarian dia belum menemukan apa makna hidup. Adakah kekuatan lain yang dapat menenangkan batin? Ajaran apakah yang dapat mengarahkannya kepada ketenangan? Seperti apa ajaran itu?

Pekerjaan di Dubai Hasler menyibukkan diri dengan bekerja di luar negeri. Dia berpetualang mencari pengalaman yang membuat dirinya makin matang. Saat berusia 30 tahun dia mulai memikirkan untuk menetap di satu tempat.

"Saya kemudian pulang ke rumah dan men cari pekerjaan, tetapi saya tak juga menemukan pekerjaan yang cocok," kata dia. Dia menyerah untuk mencari pekerjaan. Hasler memutuskan pergi berlibur ke Dubai. Setelah dua pekan di negeri yang didirikan Syekh Zayed, dia mendapat tawaran pekerjaan. Bukan disambut dengan kebahagiaan, tawaran itu justru direspons dengan kegelisahan dan ketakutan.



Sumber: Republika.co.id
loading...