Keajaiban Wudhu

wudhu adalah bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti shalat, telah banyak penelitian yang membuktikan khasiat wudhu. Salah satunya adalah psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria, Prof Leopold Werner von Ehrenfels.

Ia menemukan, wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Menurutnya, dari keselarasan air dengan wudhu dan titiktitik saraf, kondisi tubuh akan senantiasa sehat. Karena temuan itu, von Ehrenfels akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit merupakan akibat dari rendahnya kebersihan kulit. Karenanya, orang dengan aktivitas padat (terutama di luar ruangan) dianjurkan membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka sesering mungkin.

Dalam pandangan para ulama fikih, wudhu adalah bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani yang secara langsung ataupun tidak, berdampak pada kesehatan. Anggota-anggota tubuh yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, muka, telinga, dan kaki, adalah daerah yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Karenanya, sejumlah penelitian menyim pulkan, berwudhu dapat menghindarkan seseorang dari berbagai macam penyakit.

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker itu lebih banyak disebabkan oleh bahanbahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Jika dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Ia menambahkan, wudhu juga membuat seseorang tampak lebih muda.

Temuan itu diamini dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Muhammad Salim, yang meneliti manfaat wudhu bagi kesehatan. Ia menemukan, berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari berbagai penyakit.

Di antara metode penelitian yang dilakukannya, Salim menganalisis perbedaan kesehatan hidung orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur lima kali sehari untuk mendirikan shalat. Ia mengambil zat dalam hidung yang terdapat pada selaput lendir, dan mengamati beberapa jenis kuman yang terdapat di dalamnya.

Dari analisis yang dilakukan selama berbulan- bulan, Salim menemukan lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak. Selain itu, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, dengan permukaan yang tampak lengket dan berwarna gelap.

Sedangkan orang-orang yang teratur ber wudhu, ungkap Salim seperti dikutip Muhammad Akrom (2010) dalam Terapi Wudhu, per mukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. "Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian," katanya.

Wudhu itu menyehatkan, dan Rasulullah SAW adalah bukti terpenting dari fakta tersebut. Singkatnya, ilmu tentang mencegah penyakit dan menjaga kesehatan dengan wudhu dapat dipelajari dari sejarah hidup Rasulullah SAW. Muhammad Husein Haykal (1993) dalam Hayatu Muhammad (Kehidupan Muhammad) meng ungkapkan, sepanjang hidupnya Rasulullah tak pernah menderita sakit, kecuali saat sakaratul maut dan ketika dilukai oleh musuh-musuhnya.

Terakhir, tentunya, keajaiban wudhu adalah membersihkan rohani. Seperti dijelaskan dalam hadis Nabi SAW, "Apabila seorang hamba Allah berwudhu dan berkumur, maka keluarlah dosadosa dari mulutnya; apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dosa-dosa dari tangannya, sampai keluar dari bawah kuku jari-jarinya; apabila ia membasuh kepalanya, maka keluarlah dosa-dosanya dari bawah kedua telinganya; dan apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dosa-dosa dari kakinya, sampai di bawah kuku kakinya (HR Ibnu Majah).



Sumber: Republika.co.id
loading...