Film Dokumenter Ungkap Yesus adalah Apollonius dari Yunani?

Film yang dirilis pada 2016 lalu ini pernah dicekal dan tak boleh dipublikasikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Kristiani mengenal Yesus sebagai Tuhan. Namun, bagaimana jika Yesus yang dikenal dunia sebenarnya adalah sesosok lelaki Yunani kuno bernama Apollonius? 

Sebuah film dokumenter berjudul 'Bible Conspiracies' mengisahkan sosok Yesus yang berbeda dari yang diyakini umat Kristen. Film dokumenter berbiaya rendah ini tersedia di Amazon Prime. 

Sosok di balik film berjudul "Bible Conspiracies" ini adalah Philip Gardiner yang merupakan sutradara film tersebut. Bible Conspiracies merupakan salah satu dari beberapa film yang diciptakan Gardiner yang saat ini tersedia di Amazon. 

Gardiner sendiri dikenal sebagai sutradara dari lebih dari 80 film dokumenter, termasuk 666: The New World Order, 2020 Nostradamus, A One World Agenda: The Illuminati dan Alien Contact: Nasa Exposed. 

Di film Bible Conspiracies, Yesus yang diklaim bernama Apollonius itu dikisahkan lahir di tempat yang sekarang adalah Turki. 

Sebelum akhirnya, perbuatan Yesus diadopsi oleh orang-orang Kristen untuk menciptakan sosok mitos Kristus. 

Film berdurasi 67 menit itu dibumbui dengan animasi komputer  dan gambar yang diberi tanggal di tempat wawancara dengan para pakar atau rekaman asli. Kesemuanya disertai dengan suara latar monoton. 

Dilansir di The Independent, Rabu (13/2), film ini dirilis pada 2016. Film tersebut telah tersedia di layanan streaming Amazon. 

Setelah sempat dicegah dipublikasikan, pekan ini konten film tersebut secara luas dipublikasikan.

Sejumlah media di Inggris dan di seluruh dunia menaruh perhatian terhadap teori tersebut setelah film itu muncul pertama kali di situs Sputnik News yang didukung Kremlin. Kala itu, teori itu muncul dengan judul besar "Yesus bukan seorang Yahudi, klaim film dokumenter yang mengejutkan". 

Film ini menyatakan bahwa Yesus tidak ada sebagai pribadi yang bersejarah. Dikatakan, jika kitab Perjanjian Baru sebenarnya merinci eksploitasi dari Apollonius.  

Dalam upaya memberikan bukti untuk ini, film dokumenter tersebut menunjukkan Apollonius memiliki sejumlah monumen yang didedikasikan untuknya. Namun, tidak ada patung atau kuil yang didirikan untuk Yesus. 

Film itu mengklaim orang-orang Kristen awalnya menyembunyikan rincian mukjizat yang seharusnya dilakukan Apollonius, karena mereka khawatir ia akan merebut gagasan tentang Kristus dengan kehidupan faktualnya sendiri. 

"Tidak seperti Yesus, sebenarnya ada bukti untuk membuktikan bahwa Apollonius ada. Tidak ada yang bisa mengatakan dengan keyakinan bahwa Yesus adalah orang yang nyata," kata narator di film tersebut. 

Bagaimanapun, pernyataan bahwa Yesus bukan tokoh sejarah yang asli atau bahwa tidak ada bukti keberadaannya, tidak banyak berpengaruh pada para pakar. 

Sementara itu, para akademisi sangat sepakat bahwa Yesus adalah orang yang nyata. Debat yang ada lebih berfokus pada apakah Injil menawarkan data yang akurat tentang ajaran dan tindakannya. 

Seorang dosen senior dalam Studi Perjanjian Baru di Universitas Cambridge, Simon Gathercole, mengatakan  Apollonius adalah seorang tokoh terkenal di dunia kuno. Sosoknya kerap digambarkan perbandingan dengan Yesus. 

Namun, ia menolak gagasan bahwa Yesus bukanlah sosok bersejarah, melainkan sebuah mitos yang didasarkan pada filsuf Yunani. 

"Tidak ada keraguan di dunia kuno atau sekarang tentang apakah Yesus ada, tidak pernah ada kebingungan tentang apakah dia benar-benar ada," kata Gathercole.

Ia mengatakan, ada beberapa sumber yang sangat awal untuk Yesus. Surat-surat Paulus yang ditulis 20 tahun lalu setelah Yesus meninggal dan bagian dari Perjanjian Baru juga ditulis oleh orang-orang yang mengenal Yesus. 

"Kita tahu bahwa surat-surat Paulus yang pertama ditulis pada tahun 50 M dan menggambarkannya sebagai dilahirkan oleh seorang wanita di bawah hukum Yahudi. Tidak ada keraguan dalam bukti dari sumber pertama bahwa Yesus adalah orang Yahudi dan bukan orang Yunani," tambahnya. 

Bertentangan dengan argumen yang dikemukakan dalam Konspirasi Alkitab, Gathercole mengatakan ada kemungkinan biografi pertama Apollonius, yang hidup dari sekitar 15 hingga 100 M, kemungkinan sebenarnya meminjam dari kisah kehidupan Yesus. 

Ia mengatakan, biografi Apollonius oleh Philostratus ditulis hampir 200 tahun setelah surat-surat Paulus, ketika Injil sangat dikenal luas. 

"Kami tidak yakin, tetapi Philostratus mungkin telah meminjam kisah-kisah dari Injil untuk menunjukkan Apollonius sebagai sosok yang setara atau bahkan lebih unggul dari Yesus," ujarnya.  



Sumber: Republika.co.id
loading...