Rahasia Keistimewaan Khasiat Madu

Sejak zaman dahulu, madu dikenal sebagai obat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak zaman dahulu, madu dikenal sebagai obat. Madu sebagai obat pun sudah tersurat dalam surat An Nahl. Di surat tersebut, Allah Subhanahuwata'ala menunjukkan bukti-bukti kemahakuasaan-Nya seraya memaparkan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-Nya.

Pada salah satu ayatnya (An-Nahl; 68 dan 69), Allah berfirman : Tuhan mewahyukan pada lebah "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". "Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.  Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.  Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi yang memikirkannya".

Kalau kita arif dalam menyimak surat tersebut, betapa Allah sejak semula telah memberitahukan manusia, dalam lebah itu terdapat unsur yang sangat bermanfaat bagi kita. Selain menjadi makanan yang menyehatkan, madu pun menjadi obat yang menyembuhkan.

Benarkah demikian? Kalangan ahli telah menyelidiki kandungan madu. Setelah dianalisis, ternyata madu memang memiliki kalori yang cukup tinggi, yaitu 294 kalori.  Kandungan gulanya terdiri dari gabungan glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil nectar yang diisap lebah dari berbagai kulit tanaman, daun dan bunga tanaman.  Masing-masing jenis madu yang dihasilkan lebah, akan dibedakan sesuai dengan tanaman yang bagian bunganya diisap oleh lebah.

Dengan berkembangnya hasil penelitian, maka dapat dibedakan keperuntukan atau manfaat dari berbagai jenis madu. Yakni disesuaikan dengan jenis penyakit maupun masalah penggunanya.  Untuk membedakan jenis madu, dilakukan peternakan lebah pada tanaman jenis tertentu. Sehingga manfaatnya lebih maksimal disesuaikan dengan kepentingan pengguna.

Apa saja khasiat madu? Beragam manfaat madu, di antaranya pemenuhan energi bagi orang yang segera mengharapkan pemulihan kondisi. Ini bisa dipahami dengan tingginya kandungan kalori madu.

Hal lain yang lebih menakjubkan, sesuai  janji Allah dalam Al-Qur'an, adalah terdapatnya berbagai protein (asam amino), zat besi (Fe) dan seng (Zn), vitamin A, B kompleks, C, D, E, Biotin, Bioflavonoid dan zat nutrisi penting lainnya. Sehingga madu dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit. Mulai panas dalam, luka bakar, berbagai penyakit akibat bakteri, jamur dan virus, maupun untuk bahan kosmetik.

Adapun madu, polem, royal jelly dan yang tertinggi propolis merupakan hasil sekresi saliva maupun getah dalam perut lebah. Semua zat itu dikumpulkan dari kulit pohon, daun muda, dan bunga ataupun tumbuhan. Semuanya memiliki tingkat keaslian atau kepekatan zat.

Apa saja manfaat zat tersebut? Unsur bioflavonoid yang terdapat dalam zat dan dihasilkan lebah bermanfaat sebagai antibiotik alami. Antibiotik ini mampu membunuh bakteri, jamur dan virus penyebab penyakit, sekaligus sebagai antioksidan alami. Antibiotik ini membantu mengontrol zat radikal bebas yang umum kita ketahui sebagai pemicu kanker.

Hal ini seperti diungkapkan Dr. Remy Chauvin, M.D dari Univ. Sorbonne Paris, propolis (hasil lebah) memberi efek 100% terhadap bakteri. Juga berfungsi  meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bibit penyakit. Padahal tidak ada antibiotik lain yang mempunyai efek seperti ini.

Selama ini, hal yang dikhawatirkan manusia dari lebah, sengatannya yang berbahaya. Namun, sesuai janji Allah di Quran, sengatan tersebut justeru tetap menjadi pengobatan. Yaitu sesuai penelitian yang dibuktikan sengatan lebah pada titik syaraf tertentu untuk pengobatan. Dari semua manfaat lebah yang sudah dibuktikan,  mungkin masih banyak lagi janji Allah dalam surat An Nahl yang bisa kita gali sebagai bukti Kebesaran Nya. Tugas kita untuk mengeksploirasinya.



Sumber: Republika.co.id
loading...