Keistimewaan Bulan Rajab

Ada beberapa amalan-amalan yang bila dilakukan dapat membawa pahala.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Memasuki bulan ketujuh dalam tahun Islam atau yang biasa disebut Rajab, muncul berbagai pandangan tentang perlu atau tidaknya melakukan ibadah-ibadah tertentu pada bulan ini. Untuk menjawab hal tersebut, Ustaz Adi Hidayat memaparkan dalam kajian yang ia lakukan di Masjid An-Nur Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Ia menyebut, di masyarakat sering muncul berbagai pandangan akan perlu atau tidaknya beribadah ini. Sesama pendukungnya menggunakan hadis atau riwayat tertentu untuk membela argu men tersebut.

Dalam QS at-Taubah ayat 36 Allah SWT bersabda, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan . Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

"Di antara sekian bulan yang kita lalui, dari 12 bulan dalam setahun, ada empat bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT. Nah, bulan-bulan ini di luar bulan Ramadhan dan nantinya akan dirincikan dalam hadis-hadis Nabi Mu ham m ad SAW," ujar Ustaz Adi.

Empat bulan yang disebut haram ini disebutkan oleh Rasul dalam hadisnya di khutbah wada, yaitu pesan yang disampaikan Nabi setelah menyelesaikan hajinya yang terakhir. Rasulullah SAW memberikan pesan kepada sahabat dan umat-Nya.



Sumber: Republika.co.id
loading...