Sejarah Negeri Uni Emirat Arab (5-Habis)

Uni Emirat Arab terbilang sukses menggenjot potensi sektor pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Greg Roza dalam bukunya, The Creation of Islands menuturkan, Palm Jumeirah merupakan pulau pertama yang terwujud di antara Palm Islands. Ada lebih dari 30 hotel mewah dan juga kawasan perumahan elite lengkap dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berdiri di atasnya.

Selain itu, berdiri pula satu hotel yang unik lantaran konstruksinya dibuat seakan-akan mengapung di atas laut. Meskipun tuntas dikerjakan pada November 2011, orang-orang sudah mulai berpindah ke sana sejak 2007.

Nakheel Properties, kontraktor milik pemerintah Dubai, bertanggung jawab mendirikan fasilitas publik di atas pulau buatan itu. Mengenai reklamasi, Van Oord yang berasal dari Belanda digandeng untuk bekerja sama membangunnya. Selain Palm Islands, turut dibangun pula The Worlds Islands—yang berbentuk peta dunia—dan The Universe Islands.

Baca juga: Sejarah Negeri Uni Emirat Arab (4)

Hal lainnya yang monumental adalah pembangunan Burj Khalifa di Dubai. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk presiden UEA kini, Khalifa bin Zayid bin Sultan an-Nahyan. Konstruksi yang selesai pada 4 Januari 2010 itu merupakan bangunan tertinggi di dunia sampai sekarang. Tingginya menjulang hingga 828 meter.

Butuh dana 1,5 miliar dolar AS untuk menyelesaikan proyek raksasa ini. Arsiteknya, Adrian D Smith, berkebangsaan Amerika Serikat dan telah berpengalaman membangun banyak bangunan terkenal, semisal Trump International Hotel and Tower di Chicago (AS) dan Jin Mao Tower di Shanghai (Cina).

Pengembangan yang serius pada sektor pariwisata menghasilkan keuntungan yang melimpah untuk UEA. Melansir dari situs UAE Embassy, lebih dari 12 juta wisatawan mancanegara mengunjungi UEA per tahun. Lebih lanjut, sektor pariwisata kini menyumbang lebih dari 10 persen produk domestik bruto (GDP) negara itu.

Dalam kasus Dubai, misalnya, seperti diungkapkan Departemen Turisme dan Pemasaran Komersial (2018), kunjungan wisatawan internasional ke sana meningkat dari 10,4 juta orang pada 2017 menjadi 10,44 juta pada periode Januari-Agustus 2018. Pendapatan per kapita (PCI) pun menanjak.

Data dari Bank Dunia memaparkan, pada 2001 PCI negara di Teluk Persia itu terpaut pada 32.100 dolar AS. Pada 2005, angkanya bergerak menjadi 40.300 dolar AS. Selanjutnya, pada 2014 meningkat lagi menjadi 44 ribu dolar AS.



Sumber: Republika.co.id
loading...