Ini Cara Orang Murtad kembali Masuk Islam

PADA prinsipnya, cara taubat untuk semua perbuatan maksiat adalah sama. Termasuk perbuatan dosa besar berupa murtad, keluar dari islam. Prinsip taubat dari perbuatan dosa adalah menyesal (an-Nadm), memohon ampun (Istighfar), dan meninggalkan dosa yang pernah dikerjakan (al-Iqla). Dan jika dosa itu berkaitan dengan hak orang lain, maka dia wajib mengembalikan hak dan meminta kerelaan dari pihak yang didzalimi.

Sementara untuk dosa yang menyebabkan seseorang keluar dari islam, maka dia harus mengembalikan dirinya masuk ke dalam islam dengan meng-ikrarkan dua kalimat syahadat.

Dalam Zadul Mustaqni dinyatakan, "Taubatnya orang yang murtad dan semua orang kafir adalah dengan masuk kembali ke dalam agama islam, yaitu dengan meng-ikrarkan dua kalimat syahadat: Asyhadu an-laa ilaaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah."

Kemudian penulis menjelaskan cara taubat orang yang murtad, jika sebab murtadnya adalah menentang salah satu ajaran islam, maka taubatnya, disamping meng-ikrarkan syahadat adalah meng-ikrarkan bahwa dia telah mengakui syariat itu.

Penulis Zadul Mustaqni menyatakan, "Siapa yang kafir disebabkan menentang salah satu kewajiban dalam islam atau aturan lainnya, maka taubatnya disamping membaca dua kalimat syahadat adalah melakukan ikrar (pengakuan) menerima syariat yang dia tentang. Atau dia menyatakan, Saya berlepas diri dari semua ajaran yang bertentangan dengan ajaran islam." (Zadul Mustaqni, al-Hajawi, hlm. 282)

Apakah harus mandi besar? Setelah meng-ikrarkan dua kalimat syahadat, apakah orang murtad yang taubat ini wajib mandi besar? Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada sebagian pendapat yang mewajibkan untuk mandi besar bagi orang kafir atau orang murtad yang kembali masuk islam.

Pendapat ini berdalil dengan hadis dari Qais bin Ashim, beliau mengatakan, "Aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk masuk islam. Lalu beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air campur bidara." (HR. Abu Daud 355 dan dishahihkan al-Albani).

Dan hukum asal perintah adalah wajib. Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]



Sumber: Inilah.com
loading...