Meriam Sang Penakluk Konstantinopel

Meriam ini dikenal sebagai meriam Sultan Mehmed II.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sultan Mehmed II dari Ottoman sangat tertarik dengan senjata api, terutama meriam. Ketika pasukannya mengepung Konstantinopel, ia meminta ahli meriamnya membuat meriam yang belum pernah dilihat orang sebelumnya.

Asal tahu saja, jajaran militer Ottoman saat itu penuh dengan orang-orang yang ahli dan insinyur berbakat, termasuk di dalamnya Saruca Usta dan arsitek Muslihiddin Usta. Maka, dibuatlah meriam seberat 8 ton, panjang lebih dari 5 meter, dengan diameter 0,6 meter.

Meriam ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian belakang lebih pendek dibandingkan depan. Di mulut meriam terdapat tulisan berbahasa Arab yang artinya kurang lebih: "Tolonglah ya Allah. Sultan Mohammad Khan bin Murad. Pekerjaan Kamina Ali di bulan Rajab. Pada tahun 868.''Di dekat lubang berukir huruf Arab itu terdapat instruksi cara penggunaan, ukuran meriam, berat, dan ukuran bola meriam.

Kini, meriam itu dipajang di Museum Fort Nelson Inggris dan dikenal sebagai Meriam Sultan Mehmed II. Bagaimana ceritanya hingga meriam ini tersimpan di Inggris? Konon, Ratu Victoria dari Inggris pernah meminta kepada Sultan Abdulaziz untuk menjual meriam itu.

Beberapa waktu kemudian, ketika Sultan berkunjung ke Eropa, Ratu Victoria kembali meminta meriam itu. Setahun kemudian, Sultan mengirimkannya ke Inggris sebagai hadiah. Meriam itu dikirim dari Dardanelles menuju London dan dipajang di museum pada 1868.

Pada 1929, senjata ini ditransfer dari Museum Rotunda di Woolwich ke Menara Museum London. Akhirnya, Museum Fort Nelson menjadi tempat peristirahatan senjata megah tersebut sampai saat ini. .



Sumber: Republika.co.id
loading...