Asal Mulai Permainan Catur

Catur identik dengan permainan kecerdasan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Catur identik dengan permainan kecerdasan otak. Pada perjalanan sejarahnya, para bangsawan Muslim ternyata turut andil mengembangkan dan menyebarkan permainan yang menuntut kepiawaian menyusun strategi bertahan dan menyerang ini.

Artikel Stewart Gordon, The Game of Kings, yang dipublikasikan pada Juli-Agustus 2009 lalu, secara perinci mengulas asal mula permainan catur. Disebutkan, pada 1509, Diego Lopez, komandan ekspedisi Portugis berlayar ke Malaka, Hindia Timur.

Dia sedang asyik bermain catur saat kapal merapat di Pulau Jawa. Para pribumi pun tertarik dan mulai mempelajari permainan itu.

Kondisi yang sama terjadi di hampir setiap titik persinggahan kaum penjelajah di Asia, Timur Tengah, atau Eropa. Permainan catur pun melintasi batas budaya, bahasa, agama, etnik, geografi, dan kelas sosial.

Inti permainan catur, jelas Gordon, melibatkan posisi serta psikologis pemainnya. Daya tarik catur pada masa itu yang memikat para penjelajah dan bangsawan ternyata dimulai dari Jazirah Arab.

Bukti arkeologi menunjukkan, catur memiliki akar kuno di Persia dan Asia Tengah. Penggalian di situs abad ke-7 di Afrasiab serta wilayah lainnya, seperti Samarkand, Uzbekistan, menemukan artefak berukir yang diduga kuat merupakan bidak catur.

Temuan tadi sangat mirip dengan deskripsi bidak catur asal Persia. Bidak catur versi Persia dilengkapi bidak-bidak berbentuk mahkota raja, fazin (penasihat), gajah, kuda, kereta, dan pion.

Karya sastra roman awal Persia, Karnamak-i Artaxshir-i Papakan pun telah menyebut tentang permainan catur pada periode yang sama, yakni sekitar tahun 600 M. Disebutkan  bahwa para bangsawan saat itu tak hanya andal berburu dan berkuda, tapi juga terampil memainkan bidak-bidak catur.

Orang-orang Persia kala itu mengenal istilah chatrang. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta, chaturanga (empat bagian). Keempat bagian ini menggambarkan empat komponen di tubuh ketentaraan India kala itu, yakni infanteri, kavaleri, gajah, dan kereta.

Penggunaan kata Sansekerta di Persia ini menunjukkan bahwa India merupakan akar dari permainan ini. Namun, bukti pendukungnya belum terlalu kuat. Sumber literatur Sansekerta menunjukkan, istilah tadi (chaturanga) tidak mengacu pada catur. Istilah ini merujuk pada permainan papan yang menggunakan dadu.



Sumber: Republika.co.id
loading...