Beberapa Wasiat Tentang Keikhlasan

SUNGGUH ikhlas adalah perkara yang penting dan utama dalam agama kita. Tidaklah kita diperintah beragama (melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya) oleh Allah melainkan dengan rasa ikhlas (untuk Allah semata).

Setan tidak mau manusia menyembah Allah dengan memurnikan niat (ikhlas), setan berkehendak menyesatkan manusia dengan membelokkan niat (dan amalan pula) dengan melakukan syirik (menyekutukan Allah) dalam hal niat.

Terdapat banyak atsar berupa kisah dan nasehat dari ulama salafunash shalih (pendahulu kita yang shalih) perihal menjaga keikhlasan dalam beramal. Ibnul Mubarak rahimahullah berkata, "Berapa banyak amal yang kecil menjadi besar karena niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niat".

Hal ini menegaskan bahwa niat sangat berpengaruh pada amal shalih seseorang. Amalan besar seperti haji yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya tidak sedikit bisa jadi menjadi kecil karena niat yang tidak ikhlas. Dan boleh jadi sedekah yang tidak banyak, misal sepotong roti atau sebutir kurma, bisa menjadi sebuah amal yang besar bila benar niatnya.

Sedangkan Mutharrif bin Abdullah rahimahullah berkata, "Baiknya hati tergantung dari baiknya amal dan baiknya amal tergantung dari baiknya niat." Sungguh amal yang benar niat (dan sesuai sunnah Nabi) dapat memperbaiki hati seseorang. Namun baiknya amal yang dapat memperbaiki hati seseorang ini, sangat bergantung pada niat seseorang dalam beramal tersebut.

Imam al-Jailani rahimahullah berkata kepada salah seorang muridnya, "Lakukanlah amal dengan ikhlas dan jangan lihat seluruh amalmu. Amal perbuatanmu yang diterima adalah amal perbuatan yang engkau tujukan untuk mengharapkan keridhaan Allah, bukan keridhaan manusia. Engkau celaka apabila beramal untuk manusia, namun engkau berharap perbuatanmu diterima Allah. Ini perbuatan gila!".

Terakhir kami nukilkan perkataan dua ulama terkait keikhlasan. As Susi rahimahullah berkata, "Siapa saja yang menyaksikan ikhlas dalam keikhlasannya maka keikhlasannya membutuhkan ikhlas." Dan Yusuf bin Husain ar Razi pernah berkata, "Perkara yang paling mulia di dunia adalah ikhlas, berapa kali aku bersungguh-sungguh dalam menggugurkan riya dari hatiku, akan tetapi seakan-akan riya itu tumbuh kembali dengan warna yang berbeda,".

Allahu Alam.



Sumber: Inilah.com
loading...