Dinasti-Dinasti Kecil di Timur dan Barat

Dinasti-dinasti kecil ini tercatat dalam sejarah peradaban Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pascazaman empat khalifah yang dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, muncul dinasti-dinasti yang terkenal dalam sejarah Islam, yakni Dinasti Umayah, Dinasti Abasiyah, Dinasti Fatimiyah, Dinasti Mamluk, dan Turki Usmani. Masyhurnya dinasti-dinasti itu tidak hanya karena rentang kekuasaannya yang panjang, tapi juga banyak karyakarya gemilang yang dihasilkan bagi peradaban Islam.

Namun, tak banyak yang tahu, selain dinasti-dinasti beda generasi itu, terdapat beberapa dinasti lain yang menghiasi langit sejarah Islam, namun namanya kurang santer terdengar. Sebutlah di wilayah barat terdapat Dinasti Idrisiyah, Dinasti Aglabiyah, Dinasti Thulun, Dinasti Iksidiyah, Dinasti Hamdaniyah. Sementara, di belahan timur Dunia Islam terdapat Dinasti Tahiriyah, Dinasti Saffariyah, Dinasti Samaniyah, dan Dinasti Ghaznawi.

Munculnya dinasti-dinasti kecil ini bermula dari runtuhnya Dinasti Umayyah di Damaskus, Suriah. Phillip K Hitty dalam bukunya History of Arabs menulis, lima tahun setelah Dinasti Abasiyah berdiri, Abdurrahman sebagai satu-satunya keturunan Dinasti Umayah yang selamat dari pembantaian massal saat perebutan kekuasaan oleh Wangsa Abasiyah, membangun kembali Dinasti Umayah yang baru di daratan Kordova, Spanyol, pada 756 M.

Disusul kemudian pada 785 M, Dinasti Idrisiyah yang didirikan oleh Idris Ibn Abdullah di Maroko (al-Maghrib) yang berdiri hingga 974 M dengan Fez sebagai ibu kotanya. Dinasti Idrisiyah adalah dinasti Syiah pertama dalam sejarah Islam. Dinasti Idrisiyah hancur akibat serangan Khalifah Hakam II (961-976 M) dari Dinasti Umayah Spanyol.

Di Tunisia, muncul Dinasti Agla biyah yang beraliran Suni. Kerajaan ini didirikan oleh Ibrahim Ibn al-Aghlab yang sebelumnya merupakan gubernur yang diangkat oleh Khalifah Harun al-Rasyid dari Dinasti Abasiyah yang berpusat di Baghdad, Irak. Dinasti Aglabiyah menetapkan Kairawan sebagai ibu kota.

Dengan armadanya yang lengkap, Dinasti Aglabiyah mampu memorakporandakan kawasan pesisir Italia, Prancis, Korsika, dan Sardinia selama masa awal konfrontasi umat Islam de ngan Eropa. Ziyadat Allah I (817 M-838 M) pada 827 M mengirim ekspedisi ke Sisilia dan berhasil menganeksasi pulau tersebut pada 902 M.

Dinasti Aglabiyah membawa perubahan di Afrika yang sebelumnya menggunakan bahasa Latin menjadi penutur bahasa Arab. Namun, dinasti ini tamat riwayatnya akibat serangan Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syiah pada 909 M.

Dinasti Fatimiyah tidak hanya menghancurkan Dinasti Aglabiyah, tapi juga menghancurkan Dinasti Iksidiyah di Mesir dan Suriah yang diawali sejarahnya dari Dinasti Thulun. Dinasti Thulun didirikan oleh Ahmad Ibn Thulun pada 868 M-905 M. Ayah Ahmad Ibn Thulun adalah orang Turki dari Farghanah atau Fergana di Uzbekitsan timur.

Pada 868 M, Ibn Thulun diperintahkan Khalifah al-Ma'mun dari Dinasti Abasiyah untuk berangkat ke Mesir sebagai pemimpin tentara. Ibn Thulun membangun Mesir dengan membentuk organisasi militer yang kuat. Ia mengandal kan pasukan perang berkekuatan 100 ribu tentara dengan kekuatan inti terdiri atas prajurit Turki dan budak negro Afrika. Ibn Thulun berhasil menguasai Suriah pada 877 M dan membangun pang klan angkatan laut di Acre), Palestina.



Sumber: Republika.co.id
loading...