Membedah Diwan Lughat Al Turk Karya Al-Kashgari

Mahmud al Kahsgari juga menunjukkan dirinya sebagai pakar pembuat peta (kartografer)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dalam Diwan Lughat al Turk, bukunya yang fenomenal itu, Mahmud al Kashgari juga menunjukkan dirinya sebagai pakar pembuat peta (kartografer). Di bukunya inilah, untuk pertama kalinya ia memublikasikan peta Turki. Peta yang kini tersimpan di Perpustakaan Nasional di Istanbul, Turki, itu merupakan buah dari pemahamannya yang luas dan mendalam mengenai geografi.

Seperti dilansir muslimheritage.com, peta itu menampilkan wilayah-wilayah pertama yang dihuni oleh orang-orang Turki di masa lampau. Dalam peta berbentuk melingkar ini, al Kashgari menunjukkan secara rinci daerah-daerah tersebut yang membentang dari Eropa hingga Asia Timur. Sejumlah daerah, baik di timur, barat, utara, dan selatan, ia tampilkan secara perinci lengkap dengan sungai dan lautnya.

Di kawasan barat misalnya, daerah-daerah yang dihuni orang Turki adalah wilayah yang ditinggali kaum Kipcaks dan Frank. Suku Turki juga tinggal di barat daya Ethiopia, di selatan India, di timur Cina dan Jepang. Suku Turki juga tinggal di kota-kota, seperti Yarkent, Kashgar, Barsgan, Balasagun, Yifruc, Ikiokuz, Asbuali, Kumri, dan Talas.

Dalam petanya, al Kashagari juga menunjukkan lokasi sejumlah negara dan wilayah, seperti Bulgaria, Laut Kaspia, Alexsandria, Mesir, Tashken, Jepang, Cina, Kashgar, Samarkand, Irak, Azerbaijan, Yaman, Somalia Timur, Sahara Timur, Ethiopia, Somalia Utara, anak benua India, India, Sri Lanka, Kashmir, dan lautan yang mengelilingi dunia. 

Peta ini telah dibuat berwarna. Warna biru menunjukkan sungai, hijau untuk laut, kuning terang menunjukkan wilayah gurun, merah merupakan pegunungan, dan kuning untuk kota, negara, atau daratan.

Penelitian dari sejumlah ilmuwan menyebut, ada sejumlah data dalam peta al Kashgari yang salah. Meski demikian, ia menggambarkan seluruh wilayah Timur secara benar dan detail. Dia misalnya menggambarkan Tembok Besar Cina dan menyebut bahwa tembok tersebut serta pegunungan tinggi di Cina menjadi penghambat baginya dalam  mempelajari bahasa Cina. Dia juga menyatakan bahwa Jepang memiliki nasib yang sama sebagai sebuah pulau di bagian timur Asia.

Sejumlah catatan sebelumnya menyebutkan bahwa peta pertama Jepang digambar pada abad ke-14, dan dimasukkan pertama kalinya di atlas dunia pada abad ke-15. Namun, peta yang dibuat al Kashgari secara telak membantah anggapan tersebut. Sebab, pada peta yang dibuat pada abad ke-11 itu, al Kashgari telah membuat peta Jepang meski terdapat beberapa kesalahan dan gambarnya kurang detail.



Sumber: Republika.co.id
loading...