Beda Nasruddin Khodja dan Abu Nawas?

Konon, Nasruddin Khodja mirip Abu Nawas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah-kisah humor Nasruddin Khodja sudah dikenal di seluruh dunia. Di Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat, film tentang Khodja telah diproduksi. Di Beijing sebuah buku cerita rakyat ditulis dengan bahasa Cina dan Inggris.

Bahkan sebuah laporan konferensi energi alam tentang batu karang disusun menggunakan kisah-kisah sang Mullah untuk menggambarkan fenomena ilmiah yang sulit dipahami dengan istilah teknis. Kesimpulan logikanya pun digunakan pesantren di Timur Tengah sebagai bahan ajar.

Konon, Nasruddin Khodja mirip Abu Nawas. Hanya saja, perbedaan besar antara keduanya adalah Abu Nawas merupakan penyair yang kurang taat beragama. Dia dikenal sebagai pemabuk dan suka berfoya-foya. Abu Nawas baru mendalami agama pada masa tua.

Di balik kepiawaiannya menulis kisah-kisah humor, Khodja adalah seorang ulama, guru agama, dan hakim yang sederhana, bahkan hidup dalam kemiskinan.

Karya Khodja bersifat universal dan menggambarkan manusia apa adanya lengkap dengan kelemahannya. Melalui humor-humornya, ia kerap menyindir penguasa yang lalim, hakim, koruptor, ketamakan, kekikiran, bahkan diri sendirinya pun menjadi objek humor.

Meski banyak orang menyukai humor Khodja, Pemerintah Mesir menganggap humor Khodja sebagai ancaman. Di bawah tekanan asing, Pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan drama kisah Nasruddin Khoda berjudul ''Paku Nasruddin''.

Kisah drama ini ternyata menyindir Pemerintah Inggris dan Prancis terkait masalah Terusan Suez. Pertunjukan ini sedianya dipentaskan di Gedung Teater Nasional Mesir pada 1950. Namun, setelah melalui sensor ketat, drama tersebut akhirnya dipentaskan setahun kemudian dan mendapat sambutan luar biasa.



Sumber: Republika.co.id
loading...