Kapan Rasul Meninggikan & Melirihkan Bacaan Salat?

KAPAN kita menjaharkan dan melirihkan bacaan dalam shalat? Kita kaji lagi dari bahasan Manhajus Salikin kali ini.

Kata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi rahimahullah dalam Manhajus Salikin,

"Menjaharkan bacaan pada malam hari dan melirihkan bacaan pada siang hari kecuali menjaharkan pada shalat Jumat, shalat id, shalat kusuf (gerhana), shalat istisqa."

Dalil menjaharkan bacaan pada malam hari

Karena praktik langsung dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana dalam hadits Jubair bin Muthim radhiyallahu anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca surah Ath-Thur dalam shalat Maghrib." (HR. Bukhari, no. 761 dan Muslim, no. 463)

Juga dari hadits Al-Bara bahwa ia mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca surah At-Tiin dalam shalat Isya, ia tidak mendengar seorang pun yang suaranya lebih bagus daripada beliau. (HR. Bukhari, no. 769 dan Muslim, no. 464)

Ada juga hadits dari Amr bin Harits bahwa ia pernah shalat Shubuh di belakang Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan ketika itu beliau membaca surah At-Takwir ayat 15 dan 16 (Falaa uqsimu bil khunnas ). (HR. Muslim, no. 475)

Dalil melirihkan bacaan pada siang hari

Dari hadits Abu Mamar, ia berkata pada Khabab bin Al-Arat, "Apakah Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca surah pada shalat Zhuhur dan Ashar?" Ia menjawab, "Iya." Abu Mamar bertanya lagi, "Dari mana engkau bisa mengetahui kalau beliau membaca?" Khabab menjawab, "Dari gerak jenggotnya." (HR. Bukhari, no. 761)

[baca lanjutan]



Sumber: Inilah.com
loading...