Rasulullah Biasa Bermusyawarah dengan Istrinya

MUSYAWARAH adalah akhlak yang harus dibawa seorang muslim dalam semua lini kehidupannya.

"Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka." (QS As-Syuura: 38)

Suami dan istri seyogyanya saling memahami dan bermusyawarah dalam urusan keluarga. Tidak meremehkan juga tidak bergantung pada pendapat pasangannya.

Simaklah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membiasakan musyawarah dengan istrinya dan sangat menghargai pendapatnya. Peristiwa di hari Hudaibiyah dimana Ummu Salamah sangat berperan dengan ide cemerlangnya mendorong Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan hadyu dan tahallul saat para sahabat menolak mengikuti perintah yang diucapkan Rasulullah.

Atau seperti yang diceritakan Umar: "Ketika aku berada dalam suatu urusan yang membuatku sibuk memikirkannya, tiba-tiba istriku menegurku: Coba engkau lakukan ini dan itu. Aku menyergahnya: Kenapa engkau ini. Kenapa engkau ada di dekatku. Apa yang membuatmu ikut campur dalam masalahku?. Istrinya menjawab: Engkau aneh wahai putra Al-Khottob. Tidakkah engkau mengevaluasi dirimu sendiri? Lihatlah bagaimana putrimu (Hafsah) mengevaluasi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai-sampai beliau marah sepanjang hari." (HR Bukhari Muslim).

[Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag]



Sumber: Inilah.com
loading...