Akmos Theory: The Power of Action

SIAPA yang tak kenal kakek Akmo, pemilik pohon pisang dengan buah terbaik dan pohon mangga dengan buah yang sangat lebat. Mereka yang menginvestasikan uangnya di dunia usaha perdagangan banyak mengeluh rugi dan macet karena ekonomi memang tengah lesu. Kakek Akmo yang menginvestasikan tenaganya di kebun buah miliknya sendiri justru tersenyum karena berbuahnya pepohonannya tak mengikuti fluktuasi rupiah.

Beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan datang mewawancarai si kakek. Ada dari jurusan psikologi yang ingin mencari tahu perasaan kakek ketika negara tengah memasuki turbulensi ekonomi dan perasaan kakek kini saat tak perlu ngenes kelaparan. Ada yang dari jurusan ekonomi yang berhendak bertanya tentang kalkulasi matematika ekonomi si kakek. Ada juga dari jurusan agama yang ingin tahu doa apa yang diamalkan kakek kok bisa tenang landai saat mayoritas anak bangsa gelisah akan naiknya harga dan menghilangnya sembako.

Si kakek yang tak paham teori rasa dan kalkulasi matematika ekonomi cuma tersenyum saja tak menjawab. Jangankan tahu teorinya, istilahnya saja banyak yang tak dipahaminya. Seorang mahasiswa mencoba mencairkan suasana dengan melontarkan satu pertanyaan ringan: "Kakek, waktu menanam pohon yang terbaik itu kapan? Pepohonan kakek kok bagus dan subur semua."

Mata kakek berbinar dan menjawab: "Tergantung pohonnya mas. Tapi secara simpel ada dua waktu yang tepat, yaitu DULU dan SEKARANG. Kalau menanam dulu, maka sekarang sudah menikmati panen. Kalau menanam sekarang maka nanti akan panen. Kalau hanya bertanya terus tidak menanam ya kayak kamu ini, tidak akan panen."

Inti kalimat kakek, mulailah sekarang jangan hanya berwacana dan berdebat. Berbuatlah untuk kemanfaatan yang nyata. Kakek itu lalu masuk ke bilik kecilnya membaringkan tubuhnya. Mahasiswa jurusan agama berbisik ke kakek: "Doa dan amalannya apa?" Kakek itu membisikkan jawabannya: "Tanya sama yang tulis status tentang saya ini." Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...