Beratnya Efek Utang, Bisa Halangi Masuk Surga

SEMBARI mengisi waktu penungguan, saya baca-baca kitab yang tersimpan di hape saya. Mata tertuju tanpa sengaja pada bagian yang akan saya terjemahkan berikut ini, tentang utang. Sebagai orang yang punya utang, saya lumayan sensitif atas kajian tentang ini. Namun tentu sensitifitas ini saya upayakan berupa sensitifitas positif, sensitifitas yang memacu saya untuk segera bayar utang.

Imam al-Qurthubi dalam kitab "al-Jami' li Ahkaam al-Qur'an" Jilid 5 hal. 514 menyatakan bahwa ada jenis utang yang bisa menghalangi pelakunya untuk masuk surga, yaitu utang yang pelakunya meninggalkan warisan untuk dijadikan pembayaran tetapi dia tidak mewasiatkannya, atau pelakunya mampu membayarnya namun tidak membayarkannya, atau berutang untuk foya-foya (gaya hidup) atau hal tak penting lainnya lalu meninggal sebelum membayarkannya."

Berutang itu jangan dijadikan sebagai gaya hidup. Berutang itu sebisa mungkin adalah karena dalam keadaan darurat atau memaksa, atau berutang karena niat positif yang sekiranya tidak membuat orang lain menderita. Berutang, dalam ajaran agama, itu ada caranya mulai dari niat sampai pada cara membayar. Ada masalah hukum dan ada masalah etika yang harus diperhatikan.

Sayangnya, banyak orang yang berutang yang tak tahu fiqh berutang. Akhirnya, mereka terjebak dalam kubangan derita yang tak menemukan celah jalan keluar. Bagaimana cara berutang yang benar, kepada siapa harus berutang dan bagaimana penyelesaiannya yang baik haruslah dipelajari dengan serius sebelum berutang. Bahkan pelajari juga doa lunas utang. Semoga semua utang segera terselesaikan. Salam, AIM.[*]



Sumber: Inilah.com
loading...