Daftar Penguasa Seljuk

Dinasti Seljuk berkuasa tiga abad, yakni dari abad ke-11 hingga 14 M

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti Seljuk adalah salah satu pemerintahan Islam. Dinasti ini berkuasa selama lebih kurang tiga abad, yakni dari abad ke-11 hingga 14 Masehi. Selama kekuasaan itu, Dinasti Seljuk dipimpin oleh beberapa khalifah atau sultan. Lain khalifah, lain pula model pemerintahannya. Berikut sejumlah sultan Dinasti Seljuk sebagaimana dikutip dari Ensiklopedi Tematis Dunia Islam.

- Seljuk Beg (1027 M)

Seljuk Beg tercatat sebagai perintis berdirinya pemerintahan Seljuk. Upayanya untuk mendirikan pemerintahan Islam selalu terkendala. Namun, keluarga dan anak cucunya berhasil meneruskan warisannya dan mendirikan Dinasti Seljuk.

- Tugril Beg (455 H/1063 M)

Tugril Beg dianggap sebagai pendiri Kesultanan Seljuk. Sebab, pada masa inilah, Dinasti Seljuk berdiri kendati sebelumnya pernah dirintis oleh Seljuk Beg. Pada saat berkuasa, ia berhasil merebut sejumlah wilayah yang saat itu dikuasai oleh Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Fatimiah. Bahkan, ia mampu menghalau pengaruh Dinasti Fatimiah dari Baghdad yang merupakan pusat pemerintahan Dinasti Fatimiah. Ia memerintah hingga 455 H/1063 M.

- Alp Arslan (455-465 H/1063-1072 M)

Selepas wafatnya Tugril Beg, tampuk pemerintahan Kesultanan Seljuk diambil alih oleh salah seorang keponakan Tugril, Alp Arslan bin Daud yang saat itu menjadi penguasa Khurasan. Sekalipun masa kekuasaannya terbilang singkat, Alp Arslan berhasil memperluas wilayah kekuasaan Seljuk. Di antaranya, dia berhasil merebut Khatlan, Herat, dan Shighaniyan di timur laut.

Alp Arslan juga berhasil membendung kemajuan Bizantium di Asia Kecil. Tak lama setelah itu, ia menundukkan Jand serta memadamkan pemberontakan di Fars dan Kirman. Madrasah Nizamiyah di Baghdad yang terkenal di dunia Islam merupakan salah satu hasil karya Alp Arslan. Madrasah ini didirikan pada 457 H/1064 M.

Selain keberhasilannya di bagian timur dan utara, Alp Arslan juga berhasil merebut wilayah Dinasti Fatimiah, Halb, Makkah, dan Madinah. Keberhasilan lain yang dicapai pemerintahan Alp Arslan adalah saat ia berhasil memukul mundur pasukan Bizantium dalam peperangan di Malazgird pada 463 H/1070 M.

Kerajaan Bizantium saat itu mengerahkan pasukan sekurangnya 200 ribu orang, sedangkan Kerajaan Seljuk hanya 15 ribu orang. Dalam perang tersebut, Kaisar Bizantium ditawan.

Pada awal 465 H/1072 M, Alp Arslan bergerak menuju wilayah Transoksania. Dalam ekspedisi itu, ia jatuh sakit, dan wazirnya Nizam al-Mulk menganjurkan Alp Arslan mengangkat anaknya, Maliksyah, menjadi putra mahkota. Ia meninggal pada 465 H/1072 M, dan dimakamkan di Rayy.

- Maliksyah (465-485 H/1072-1092 M)

Di masa pemerintahan Maliksyah, wilayah kekuasaan Seljuk diperluas ke perbatasan wilayah Cina di timur hingga ke ujung wilayah Syam di barat, dan dari wilayah Islam di utara, sampai selatan wilayah Yaman.

Pada awal pemerintahannya, timbul gejolak dari berbagai penjuru negeri yang berada di bawah kekuasaan Bani Seljuk.

Atlakin, penguasa Samarkand, berhasil mengambil Turmudz. Sementara itu, Qawurt bin Daud, paman Maliksyah yang berada di Kirman bergerak menuju Rayy untuk merebut kedudukan sultan. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Nizam al-Mulk.

Pada 479 H/1086 M dan 484 H/1091 M, Maliksyah berhasil menguasai Baghdad. Di antara dua masa itu, ia berhasil merebut Bukhara, Samarkand, dan wilayah lainnya di Transoksania. Pada masa inilah kekuasaan Bani Seljuk mencapai puncaknya.

Nizam al-Mulk dan 12 anaknya memainkan peran penting bagi kejayaan Bani Seljuk. Dengan kematian Maliksyah pada 485 H/1092 M, berakhirlah masa keemasan Bani Seljuk.  



Sumber: Republika.co.id
loading...