Kunci-Kunci Keselamatan Menurut Rasulullah

Menjaga lisan adalah di antara kunci-kunci keselamatan menurut Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rendy Chika

Muadz bin Jabal pada suatu hari berbincang dengan Rasulullah SAW. "Ya, Rasulullah, beri tahukan kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga serta menjauhkanku dari siksa neraka."

Nabi Muhammad SAW menjawab, "Engkau telah bertanya tentang perkara besar dan sesungguhnya itu ringan bagi orang yang dimudahkan Allah SWT atasnya. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya dan kerjakan shalat, keluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan beribadah haji ke Baitullah."

Beliau berkata lagi, "Inginkah engkau kuberi tahu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai dan sedekah menghapus kesalahan, seperti air memadamkan api. Kemudian, shalat seseorang di tengah malam."

Rasulullah SAW kemudian membaca surat as-Sajadah (32) ayat 16-17. Artinya, "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda kembali, "Maukah kuberitahukan kepadamu pokok amal, tiang, serta puncaknya? Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, serta puncaknya adalah (jihad) fisabilillah."

Menjaga Lisan

Beliau bersabda lagi, "Maukah kuberitahukan kepadamu kunci perkara dari itu semua?"

Rasulullah kemudian memegang lidahnya dan berkata, "Jagalah ini."

Muadz bertanya, "Ya, Rasulullah, apakah kami dituntut karena apa-apa yang kami katakan?"

Rasulullah menjawab, "Semoga engkau selamat. Adakah yang menjerumuskan orang atas mukanya ke dalam neraka, melainkan buah ucapan lidah mereka" (HR Tirmidzi).

Bagi orang yang beriman, lidah sejatinya digunakan untuk kebaikan. "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam" (HR Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW menyuruh umatnya memelihara lidah dari perkataan yang keji dan buruk. "Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan. Sesungguhnya, dengan demikian, kamu dapat mengalahkan setan. Dan, Allah telah menekankan bahwa tiada suatu ucapan yang diucapkan seseorang, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.''

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaklah terus menjaga lidahnya. Karena, di sanalah kunci keselamatan dan jalan kebaikan sebenarnya.



Sumber: Republika.co.id
loading...