Menara Jam Merupakan Simbol Kemenangan Islam

Menara Jam berdiri di pertemuan Sungai Hari dan Jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menara Jam adalah satu dari sekitar 60 menara yang berdiri antara abad ke-11 hingga 13 di Asia Tengah, Iran, dan Afghanistan. Menara ini diduga jadi simbol kemenangan Islam sementara menara lainnya merupakan ikon atau menara pantau.

Terletak di Distrik Shahrak, Provinsi Ghor, Afghanistan, Menara Jam berdiri di pertemuan Sungai Hari dan Jam. Dua sungai itu mengaliri lembah berbatu dari pegunungan di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut.

Tempat itu dipercaya sebagai Firuzkuh atau Firuz Koh, ibukota musim panas Dinasti Ghurid. Kerajaan Ghurid muncul antara abad 12 atau 13 M. Pada masa keemasannya, wilayah kekua saan Dinasti Ghurid melingkupi wilayah Afgha nistan dan timur Iran serta sebagian wilayah utara India dan Pakistan.

Kejayaan Dinasti Ghurid terancam setelah Ghiyath ud-Din wafat pada 1202. Kerajaan ini di paksa menyerahkan wilayahnya ke Kerajaan Khwarezm. Sejarawan Persia, Juzjani, menyata kan, kota Firuzkuh dihancurkan Mongol pada 1222.

Empat dekade sudah konflik me nyelimuti Afghanistan dan me nyebabkan kerusakan berbagai situs sejarah. Sebagiannya beruntung bisa selamat, termasuk Menara Jam. Menara Jam sendiri menjadi situs bersejarah pertama Afghanistan yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2002.



Sumber: Republika.co.id
loading...