Ya Allah Bimbing Kami untuk Selalu Dekat dengan-Mu

RIZKI Allah itu tak hanya diberikan kepada orang beriman, orang yang beriman atau orang kafirpun diberi rizki oleh Allah. Kalau begitu banyaknya rizki yang diperoleh seseorang tidak menjadi ukuran keimanannya. Ada banyak orang beriman yang rizki duniawinya sedikit, ada banyak orang tak beriman yang dimanja dengan berbagai fasilitas duniawi.

Ada orang diberikan rizki banyak oleh Allah sebagai jalannya untuk semakin dekat dengan Allah. Ada juga yang diberi rizki melimpah oleh-Nya yang menjadi sebab semakin menjauhnya dia dari Allah. Semoga Allah melindungi kita dari harta yang menjauhkan kita dari Allah. Tsa'labah ketika miskin sangat rajin beribadah bersama Rasulullah. Namun saat dia menjadi kaya, dia menjauh dari Rasulullah dan sahabat-sahabat pilihan Rasulullah.

Tsa'labah membutuhkan Rasulullah saat miskin. Lalu menjauh dan memusuhi risalah Rasulullah ketika sudah kaya. Apakah kaya seperti ini membahagiakan? Ternyata tidak. Akhir kisah, Tsa'labah hidup terhina dan menderita. Tak pernah ada kamus mulia bahagia bagi mereka yang semakin menjauh dari Allah, Rasulullah dan Islam. Mari kita cek bersama kisah hidup kita, apakah kita semakin dekat dengan Allah ataukah semakin jauh dariNya.

Perhatikan dan renungkan firman Allah berikut ini: "Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan." QS. Ali 'Imran Ayat 178.

Semoga Allah bimbing kita untuk selalu dekat denganNya. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...