3 Makna Takwa dalam Alquran dan Bahaya Amal Tanpanya

Takwa sangat ditekankan sebagai penopan amal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Gurunya Imam Abu Hanifah, Assayyid Ja'far Shadiq dalam pesamnya menyatakan amal sedikit disertai takwa itu lebih baik daripada amal banyak tanpa takwa. Bagaimana bisa banyak beramal namun tidak bertakwa?

Pimpinan Majelis Ta'lim dan Zikir Baitul Muhibbin, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi, mencontohkan, seperti memberikan makan pada orang-orang, beramah-tamah pada tetangganya, dan pintu rumahnya selalu terbuka untuk orang-orang akan meminta bantuan.

"Akan tetapi pada saat itu juga ketika pintu untuk melakukan perbuatan haram terbuka (kesempatan untuk melakukan perbuatan haram), dia melakukan perbuatan haram tersebut. Inilah yang disebut amal tanpa takwa," kata Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi melalui pesan hikmahnya kepada Republika.co.id, Jumat (13/9).

Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi  mengatakan, manusia bertakwa adalah merekalah raja-raja dunia dan akhirat, merekalah pemilik kebahagiaan yang sejati dan kemuliaan yang agung di dunia juga di akhirat.  

Sebagaimana firman Allah SWT, surah Thaha ayat ke-132: "Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa." 

Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi  menyampaikan, dalam Alquran kata takwa digunakan pada tiga hal. Pertama, memiliki makna al-khasyyah dan al-haibah (takut). Kedua, bermakna taat dan ibadah. Dan Ketiga, bermakna pensucian hati dari perbuatan dosa.

Orang bertakwa dan orang beriman tidak dapat dipisahkan. Sifat takwa melebur dalam keimanan. Begitu juga sebaliknya.  

Melalui pesan hikmahnya yang terakhir, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi mendoakan semua umat Islam selalu Allah tingkatkan katakwaan dan keimanannya. "Semoga kita selalu dalam bingkai takwa," katanya.



Sumber: Republika.co.id
loading...