Guide Kehidupan Menuju Arah Bahagia yang Tepat

BERBICARALAH dengan pembicaraan yang benar dengan penuh ketegasan dan sepi dari keragu-raguan. Keimanan kepada Allah meniscayakan kita untuk menyampaikan kebenaran dengan baik dan santun.

Benar dan tegas adalah didasarkan pada pengetahuan yang utuh (komprensif), tidak sepotong-sepotong (parsial). Butuh waktu untuk banyak belajar agar semangat menyampaikan kebenaran tidak hanya bermodalkan emosi namun juga kapasitas yang pas dari sisi spiritual dan intelektual.

Bekerjalah dengan cara bekerja yang serius, cara bekerja yang sesuai dengan kaidah bekerja, dilaksanakan secara tuntas dengan penuh tulus ikhlas. Kaidah bekerja menyatakan bahwa bekerja yang baik adalah yang sesuai dengan bidang keahliannya. Kalau bukan dokter, janganlah menyuntik, nanti bisa salah suntik. Kalau bukan arsitek jangan merancang bangunan, bisa jadi hasilnya bertolak belakang dengan kemauan. Kalau bukan ahli hukum jangan bicara hukum, nanti bisa jadi yang benar menjadi salah dan sebaliknya. Indahnya kalau semua pekerjaan dilakukan oleh ahlinya

Berjalanlah di jalan yang sesuai dengan arah yang dituju. Jangan berjalan di suatu jalan karena banyak orang berkerumun menuju ke sana. Yakinkan diri bahwa arah itulah yang dituju. Tegaslah dan tegarlah agar segera sampai ke tujuan.

Perlukah guide dalam meniti jalan? Jawab saya adalah iya, karena semuah arah sepertinya dibuat kesan menarik dan menawarkan keindahan. Semua orang sudah pandai menawarkan paket perjalanan menarik walau tak semenarik kenyataannya. Carilah guide yang tak lebay, yang moderate dan apa adanya, yang kacamatanya lengkap memiliki dua kaca lensa yang pas sehingga mampu membaca semua yang ada di sekitarnya dengan baik dan menyampaikannya dengan baik pula.

Demikian tiga karakter kehidupan yang harus dimiliki oleh mereka yang imannya mantap, kuat dan tak berkarat. Lengkapnya, bacalah dalam kitab Khuluqul Mukmin yang ditulis oleh Syekh Muhammad al-Ghazali yang terkenal di Mesir itu. Biarkanlah anjing menggonggong, pengkritik berteriaK dengan satu mata mendelik dan satu mata lainnya menangis, tetaplah dalam keyakinan dan keimanan. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...