Khasiat Kencing Unta

DALIL mengenai khasiat kencing unta disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dengan banyak redaksi. Diantaranya adalah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau bercerita,

Ada sejumlah orang dari suku Ukl dan Uranah yang datang menemui Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Namun mereka mengalami sakit karena tidak betah di Madinah. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk mendatangi kandang unta, dan menyuruh mereka untuk minum air kencingnya dan susunya. (HR. Bukhari 1501 & Muslim 4447)

Dalam riwayat lain dinyatakan, bahwa orang yang minum susu dan kencing unta ini menjadi gemuk. Merekapun melakukan saran itu, hingga mereka sehat dan menjadi gemuk. Sebagai orang yang beriman kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tentu kita akan membenarkan apa yang beliau sampaikan. Terlepas dari keterlibatan ahli medis di sana. Karena apa yang beliau sampaikan adalah wahyu, dan Allah Maha Tahu apa yang paling bermanfaat bagi hamba-Nya.

Ibnul Qoyim ulama ahli tibbun nabawi mengatakan, "Dalam kisah ini terdapat dalil mengenai bolehnya berobat dan datang ke tabib (dokter), dan juga menunjukan sucinya air kencing hewan yang halal dagingnya." (Zadul Maad, 4/48).

Dan mengenai khasiat air kencing unta juga diakui oleh Ibnu Sina ahli kedokteran masa silam , "Kencing yang paling bermanfaat adalah air kencing unta pedalaman arab, dan itu unta pilihan." (Dinukil Ibnul Qoyim dalam Zadul Maad). Dan ada sejumlah penelitian yang dilakukan sebagian dokter, mengenai khasiat air kencing unta. Diantaranya keterangan Dr. Ahlam al-Iwadhi. Beliau pernah melakukan penelitian untuk beberapa penyakit yang mungkin bisa diobati dengan air kencing unta.

Beliau mengatakan bahwa air kencing bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit kulit, diantaranya panuan, gatal-gatal, luka-luka kecil di badan dan kepala, luka basah maupun kering. Kencing unta juga bermanfaat untuk memperpanjang rambut dan membantu memperlebat rambut. Air kencing unta juga bermanfaat untuk mengobati sakit liver, meskipun sudah sampai pada stadium lanjut, yang sulit diobati dokter. (Majallah ad-Dawah, volume 1938 April 2004)

[baca lanjutan]



Sumber: Inilah.com
loading...