Era Kertas dan Lahirnya Perpustakaan Modern di Dunia Islam

Munculnya kertas membuat buku dan perpustakaan muncul di seluruh dunia Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Ketika penyebaran Islam pada abad ke-7 dilakukan ke hampir setiap sudut Timur Tengah dan Afrika Utara, Islam menjadi bagian yang tercatat dalam kuneiform selama 3.500 tahun.

Pada masa Dinasti Umayyah (661- 750) buku dalam bahasa Arab bermunculan. Selama periode ini, Alquran ditulis pada perkamen yang mahal dan sebagian besar dokumen lainnya ditulis pada papirus dari Mesir yang berumur relatif singkat di iklim lembab.

Perpustakaan jauh lebih berkembang pada masa Khalifah Abbasiyah (750-1258). Ketika itu, kekuasaan Khalifah Abbasiyah meluas hingga Asia Tengah. Pada Juli 751 Masehi, di Sungai Talas, lokasi yang kini dikenal dengan nama Dzhambul di selatan Kazakhstan, pasukan Abbasiyah di bawah pimpinan Ziyad ibn Shalih mengalahkan tentara Kekaisaran Cina yang di pimpin Kao Hsienchih. Pasukan Dinasti Tang itu diusir secara permanen dari wilayah ke kuasaan Khalifah Abbasiyah di Asia Tengah, yang berdampak besar pada sejarah budaya dan intelektual pada saat itu.

Geografer Ibn Hawqal penulis kitab al-Masalik wal- Mamalik menceritakan bahwa di antara para tahanan Cina yang ditangkap oleh Ziyad ibn Salih terdapat para perajin kertas.

Mereka akhirnya dibawa ke Samarkand untuk memproduksi kertas da lam skala besar, bahkan menjadi komoditas ekspor yang penting bagi Samarkand karena tingginya permintaan kertas saat itu. Kertas kian terkenal dan digunakan para pedagang Kairo, Mesir, pada abad ke-11 untuk mencatat transaksi.

Para pembuat kertas dari Cina di Samarkand membuat kertas lebih baik daripada papirus atau perkamen. Kertas buatan mereka lebih mudah digunakan dan nyaman untuk menulis. Pada 794, berdiri sebuah pabrik kertas di Baghdad, dan pabrik-pabrik serupa di setiap negara Muslim. Orang tidak lagi menggunakan papirus.

Munculnya kertas membuat buku dan perpustakaan muncul di seluruh dunia Islam. Sekolah dan toko buku mulai berkembang sehingga menyebabkan tingkat minat baca dan tulis semakin meningkat. Dalam Perpustakaan Chester Beatty di Dublin, Irlandia, misalnya, terdapat naskah pada abad ke-13 yang ditulis oleh pe rajin Muslim dari Mogul, India.

Sampai pertengahan abad ke-12, Eropa belum memiliki pabrik kertas. Ketika perpustakaan di Eropa Barat memiliki koleksi berjumlah ratusan buku, perpustakaan di wilayah Muslim mengo leksi puluhan bahkan ratusan ribu buku.

sumber : Islam Digest Republika


Sumber: Republika.co.id
loading...