Kiai Abdullah Harapkan Umat Islam Bersatu

Kiai Abdullah menyerukan supaya kaum Muslimin di dunia ini bersatu padu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — KH Abdulah bin Nuh merupakan ulama yang sungguh mendambakan terwujudnya ukhuwwah Islamiyah sehingga dia pun banyak menuangkan pemikirannya ke dalam sebuah buku. Tidak hanya itu, pandangan dan pemikirannya juga banyak dituangkan dalam berbagai media massa.

Karya tulisnya berkisar di bidang politik, pendidikan, dan kemasyarakatan Islam. Hasil pemikirannya itu pun akhirnya banyak membawa wawasan baru dalam pemikiran ajaran Islam di Indonesia, baik dalam bidang hukum Islam, tasawuf, maupun sastra.

Dalam kaitannya dengan perkembangan pemikiran Islam di Indonesia, pemikiran KH.Abdullah bin Nuh bisa dikatakan berada pada jalur antara ulama tradisionalis dan modernis. Pada1925, Kiai Abdullah pernah menulis prosa yang berjudul "Persaudaraan Islam".

Dalam tulisan tersebut, Kiai Abdullah menyerukan supaya kaum Muslimin di dunia ini bersatu padu menjadi suatu kekuatan yang dilandasi oleh rasa persaudaraan, tanpa membedakan suku, ras, dan bahasa.

Dalam buku berjudul Al Ghazali dari Indonesia KH. Abdullah Bin Nuh diungkap kan bahwa Kiai Abdullah pernah menyatakan sebagai berikut: Anda saudaraku, karena kita samasama menyembah Tuhan yang satu.

Mengikuti Rasul yang satu. Menghadap kiblat yang satu. Dan terkadang kita berkumpul di sebuah padang luas, yaitu Padang Arafah. Kita sama-sama lahir dari hidayah Allah. Menyusu serta menyerap syariat Nabi Muhammad SAW. Kita sama-sama bernaung dibawah langit kemanusian yang sempurna. Dan sama-sama berpijak pada bumi kepahla wanan yang utama.

Tulisan Kiai Abdullah itu patut untuk direfleksikan oleh seluruh umat Islam. Apalagi, umat Islam Indonesia saat ini masih mudah diadu domba oleh mereka yang ingin menghancurkan akidah Islam. Umat Islam masih sibuk memperdebatkan tentang perbedaan ilmu, di mana ilmu seharusnya tidak diperdebatkan, tapi diamalkan.

Kiai Abdullah merupakan sosok ulama sekaligus pejuang yang memiliki kharismatik di dunia Islam. Jejak langkahnya bertebaran di Indonesia maupun di dunia internasional. Cita-cita luhurnya dan seluruh hidupnya kemudian beliau dedikasikan untuk mempersatukan umat Islam lintas mazhab.



Sumber: Republika.co.id
loading...