Kunci Daya Tarik Seni Penjilidan

Dalam seni penjilidan, kulit menjadi bahan dasar yang sangat diperhitungkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam seni penjilidan, kulit menjadi bahan dasar yang sangat diperhitungkan. Para seniman penjilid mencari kulit dengan kualitas tertinggi dan mudah untuk dilukis serta dicelup untuk perwarnaan.

Bahan lain yang dibutuhkan adalah kertas karton atau kayu tipis. Bahan tersebut berguna untuk memberikan kekuatan dan perlindungan terhadap struktur buku yang diinginkan. Pada perkembang annya, kayu sudah mulai ditinggalkan dan diganti kan dengan karton karena karton lebih mudah untuk dimodifikasi.

Zaman dahulu, karton ini terbuat dari tumpukan kertas dengan ketebalan tertentu. Ketebalannya itu menentukan kekuatan dari karton tersebut. Untuk merekatkan kertas-kertas tersebut, digunakan lem dan semacam racun agar tidak dimakan oleh ulat atau serangga. Namun perlu diketahui, kertas yang digunakan pada zaman dahulu sedikit berbeda.

Di dunia Islam, kertas yang digunakan bukan terbuat dari bubur kayu (pulp), tetapi dari sobekan-sobekan linen dan hemp (semacam tumbuhan yang bentuk daunnya mirip daun ganja. Tumbuhan ini biasanya diolah menjadi tali, benang, atau kertas). Sobekan-sobekan kain itu dilembutkan dengan air limau, lalu ditumbuk hingga menjadi bubur. Hasilnya kemudian direndam dalam sebuah tong.

Untuk membentuknya menjadi lembaran kertas, digunakan cetakan ber bentuk segi empat. Bubur linen itu kemudian dice tak dan dibiarkan kering. Untuk menambah keindahan dari kertas yang dibuat, terkadang di tambah kan pewarna, ada pula yang ditaburi emas, atau dicetak dengan corak seperti batu pualam. Untuk menjilid kertas menjadi buku, sebenarnya dibutuhkan dua langkah sederhana.

Pertama adalah persiapan untuk badan buku. Kedua, persiapan untuk sampul buku. Proses penjilidan dalam dunia Islam terkenal unik karena memisahkan dua proses ini. Sehingga jika sewaktu-waktu sampul tersebut rusak atau sang pemilik bosan, dapat digantikan dengan sampul yang baru.

sumber : Islam Digest Republika


Sumber: Republika.co.id
loading...