Mencium Suami-Istri Salat boleh tak Wudu Lagi

SEORANG suami yang menyentuh istrinya atau seorang wanita yang menyentuh suaminya meski dengan syahwat demikian juga mencium isri selama tidak ada sesuatu cairan yang keluar menurut pendapat yang benar tidak membatalkan wudu.

Namun demikian terdapat ulama yang berpendapat bahwa menyentuh wanita secara mutlak adalah membatalkan wudu. Sebagian ulama yang lain menyatakan bahwa menyentuh wanita dengan syahwat dan merasakan kelezatanlah yang membatalkan wudu.

Namun pendapat yang benar adalah pendapat pertama yaitu menyentuh wanita secara mutlak tidak membatalkan wudu, selama tidak ada sesuatu cairan yang keluar, baik sentuhan suami terhadap istri atau sentuhan istri terhadap suami.

Sedangkan firman Allah, "Atau kalian menyentuh wanita" (QS. Al-Maidah: 6)

Bahwa makna menyentuh di sini adalah bersetubuh, sebagaimana pendapat Ibnu Abbas dan sekelompok ulama yang lain. Nabi juga pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian salat tanpa kembali berwudu (Sahih Tirmidzi). Inilah makna menyentuh.

Jadi menyentuh yang terdapat dalam firman Allah "laamastum" yang dalam lafal lain dibaca "lamastum" (tanpa alif), adalah bermakna jimak menurut sekelompok ulama. Inilah pendapat yang benar.

[Majmu Fatawa Ibnu Baz 4:83/Fatawa Liz Zaujain Kepada Pasangan Suami Istri, Media Hidayah]



Sumber: Inilah.com
loading...