Pembangunan Bendungan, Bukti Keberhasilan Peradaban Islam

Pada periode keemasannya, ilmuwan Muslim sudah mahir dalam pembangunan bendungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada periode keemasannya, ilmuwan Muslim sudah mahir dalam pembangunan bendungan. Selain untuk mengatasi banjir, pada masa itu bendungan dibangun untuk mengairi area persawahan dan perkebunan. Keberadaan sejumlah bendungan membuat masya rakat Muslim pada masa itu tak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Salah satu bukti untuk menunjukkan keberhasilan peradaban Islam dalam pembangunan bendungan bisa dilihat di Tunisia. Di negara itu terdapat waduk irigasi penting yang terletak sekitar 100 kilometer dari gerbang utara Kota Qayrawan.

Di tempat itu terdapat dua waduk yang mengumpulkan air dari wadi Marj Al-Lil. Waduk yang kecil merupakan sebuah poligon 17 sisi dan panjang nya rata-rata 6,25 meter. Setiap sudut diperkuat dari luar dan dalam dengan beton penyangga bulat (butters).

Diameternya adalah 37,4 meter. Waduk kecil ini berfungsi sebagai tangki penunjang serta tempat pengendapan lumpur. Salah satu sisinya bersinggungan dengan sisi waduk yang lebih besar. Di sisi inilah terdapat saluran penghubung sirkular pada dinding penyekat, beberapa meter di atas dasar waduk.

Waduk yang besar mempunyai 48 sisi dengan beton penyangga bulat di setiap sudutnya berdiameter 130 meter dengan kedalaman delapan meter. Instalasi ini diselesaikan pada 248 H/862-3 M.

Begitulah, dunia Islam pada era keemasannya telah memberikan sumbangan penting dalam pembangunan bendungan. Para insinyur Islam membangun bendungan dengan teknologi yang canggih dan murni.



Sumber: Republika.co.id
loading...